Cara Membeli Obat Yang Aman dan Praktis Di Internet

Menjamurnya situs-situs belanja di internet membuat acara shopping menjadi lebih praktis. Tetapi berhati-hatilah jika Anda berniat membeli produk kosmetik di internet. Sebagai pembeli yang cerdas, Anda harus teliti. Memang banyak produk kosmetik impor yang ditawarkan di internet dengan harga jauh lebih murah ketimbang membeli di gerai kosmetik. Namun sebaiknya jangan hanya mempertimbangkan faktor harga saja. Tidak sedikit produk kosmetik yang ditawarkan tersebut ilegal atau palsu.

“Jangan tertipu iklan dan harga murah tapi keamanannya tidak terjamin. Ingat, kalau wajah sudah rusak tidak bisa lagi diperbaiki,” kata Deputi Bidang Pengawasan Produk Terapeutik dan NAPZA BPOM, Retno Tyas Utami. Penjualan barang di internet pada umumnya juga sulit diawasi badan berwenang karena tidak diketahui dengan jelas dimana kantor atau tempat penjualannya.

Selama kurun waktu bulan Januari – Maret 2013, BPOM menemukan ada 17 jenis kosmetik yang tidak memenuhi standar keamanan, manfaat dan mutu. Bahan berbahaya yang terkandung dalam kosmetik itu antara lain hidrokinon, merkuri, dan asam retinoat.

Berikut beberapa kiat sebelum membeli kosmetik di internet.

    • Perhatikan label.
      Dalam kemasan harus tercantum nama produsen, importir, bahan penyusun, dan khasiat. “Label ini harus dalam bahasa Indonesia, sehingga mudah dimengerti. Kalau dalam bahasa lain lebih baik jangan dipakai,” kata Retno. Label merupakan standar kelayakan penggunaan kosmetik. Bila kosmetik tersebut tidak bermasalah maka produsen tidak keberatan menggunakan label dengan bahasa sesuai negara pengguna.
    • -Nomor notifikasi.
      “Setiap kosmetik yang sudah melalui pengawasan BPOM RI, memiliki nomor notifikasi. Nomor ini berarti kosmetik aman digunakan, dan tidak mengandung bahan berbahaya,” kata Retno. Nomor notifikasi kosmetik diawali huruf NA, dan diikuti 11 angka. Kode ini berlaku untuk kosmetik buatan dalam maupun luar negeri. Retno mengatakan dua tips tersebut harus diperlakukan pada semua jenis kosmetik. Termasuk bila kosmetik tersebut diproduksi seorang dokter.

“Ingat seorang dokter tidak menjual bebas produk atau resepnya. Dokter hanya meresepkan spesifik untuk satu pasien,” katanya. Tugas dokter adalah untuk mendiagnosa sebuah penyakit untuk obat adalah tugas seorang apoteker

Masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati dalam membeli obat, suplemen, atau pun kosmetik di toko online karena keamanannya tidak terjamin. “Sudah banyak korban akibat membeli obat atau kosmetik secara online, terutama produk dari luar negeri,” kata Deputi Bidang Pengawasan Produk Terapeutik dan NAPZA BPOM, Retno Tyas Utami pada talkshow bertema STOP, Supaya Terhindar dari Obat Palsu, di Jakarta Selasa (27/8).

Retno menjelaskan, dalam perdagangan obat dan kosmetik online sering tidak jelas produsen dan penyalur produk tersebut. Belum lagi keamanan dan efektivitas obat yang masih dipertanyakan karena tidak memuat label yang jelas.

“Penjualan online rawan disusupi obat ilegal dan palsu, terutama untuk produk lifestyle dan disfungsi ereksi. Misalnya supaya tampil cantik, putih, atau langsing,” kata Retno. Peredaran obat ilegal atau obat palsu merupakan masalah serius yang kini dihadapi oleh Indonesia. Menurut Retno, sebagai konsumen masyarakat jangan mudah tergiur oleh obat atau kosmetik yang memberi janji instan.

Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia, Tulus Abadi, menyarankan agar masyarakat membeli produk obat dan kosmetik langsung kepada penjual. Hal ini akan memudahkan masyarakat bertanya mengenai efek samping dan khasiat, sekaligus membaca label obat. Tulus juga meminta BPOM dan kepolisian lebih serius memberantas peredaran obat palsu dan ilegal yang dijual secara online.

BPOM Keluarkan Daftar Merek 17 Kosmetik Yang Berbahaya

Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) kembali merilis 17 produk kosmetik mengandung bahan berbahaya. Ketujuh belas produk ini berasal dari seluruh Indonesia dan merupakan hasil sampling dari 24 ribu produk kosmetik.

“Memang jumlahnya menurun dibanding tahun kemarin yang mencapai 58 produk. Namun nilai bahayanya tetap sama,” kata Ketua Badan POM RI, Lucky S. Slamet pada peringatan publik Kosmetika Mengandung Bahan Berbahaya di Jakarta (13/5/13).

Produk yang ada dalam daftar hitam Badan POM sebaiknya tidak digunakan karena berbahaya bagi kesehatan. Ketujuh belas produk ini beredar tanpa ijin BPOM dan mengandung merkuri, hidrokinon, asam retinoat, dan resorsinol. Selain di jual di toko kosmetik, beberapa produk dijual di klinik kecantikan dan toko online.

Merkuri adalah bahan terlarang dalam kosmetik. Tingkat radiasinya yang tinggi menjadikan bahan ini sebagai salah satu faktor pemicu kanker. Sedangkan hidrokuinon memang digunakan untuk pemutih kulit namun penggunaannya harus dengan resep dokter. Penggunaan berlebihan akan memicu iritasi kulit.

Sementara itu penggunaan asam retinoat dikhawatirkan akan mengikis permukaan kulit. Pengunaan bahan ini harus dengan resep dokter, bahkan bahan ini tidak boleh dipakai dalam obat karena bisa menimbulkan cacat janin.

Daftar ketujuh belas produk kosmetika berbahaya:
Kosmetika merek Tabita:
1. Tabita Daily Cream
2. Tabita Nightly Cream
3. Tabita Skin Care Smooth Lotion

Kosmetika Merek Green Alvina
4. Herbal Clinic “Green Alvina” Walet Cream Mild Night Cream
5. Green Alvina Night Cream Acne

Kosmetika Merek Chrysant
6. Chrysant 24 Skin Care Pemutih Ketiak
7. Chrysant 24 Skin Care Cream Malam Jasmine
8. Chrysant 24 Skin Care AHA Toner No.1
9. Chrysant 24 Skin Care AHA Toner No.2
10. Chrysant 24 Skin Care AHA Toner No.1

Kosmetika merek Hayfa
11. Hayfa Sunblock Acne Cream Natural Pagi-Sore
12. Hayfa Acne Morning Pagi-Sore

Kosmetika Merek dr. Nur Hidayat,SpKK
13. Acne Lotion dr. Nur Hidayat,SpKK
14. Cream Malam Prima 1 dr. Nur Hidayat,SpKK
15. Acne Cream Malam dr. Nur Hidayat,SpKK

Kosmetika Merek Cantik
16. Cantik Whitening Vit. E Night Cream
17. Cantik Whitening Vit. E Day Cream.

Tahu dan Mie Basah Di Palembang Positif Mengandung Formalin dan Pewarna Tekstil

Sebanyak 22 sampel tahu yang diambil dari sejumlah pedagang beberapa pasar tradisional oleh Dinas Kesehatan Kota Palembang, Sumatera Selatan, terbukti mengandung formalin setelah dilakukan pengujian di laboratorium.

Kepala Dinas Kesehatan Kota setempat Gema Asiani di Palembang, Kamis, mengatakan sampai Rabu (25/7) sore mereka meneliti secara seksama kandungan zat pada 138 contoh makanan dan minuman yang diperiksa ternyata mengandung zat-zat yang membahayakan bagi kesehatan.

“Hasilnya, 38 contoh makanan mengandung formalin, yaitu 22 sampel tahu dan 26 sampel mie basah. Selain itu didapati minuman cendol berbahan sagu berwarna merah mengandung pewarna tekstil,” katanya.

Ia menjelaskan contoh makanan dan minuman tersebut dikumpulkan dari 18 lokasi pasar beduk di Kota Palembang.

Sejumlah lokasi yang menjual tahu berformalin dan minuman dengan pewarna tekstil tersebut, seperti di Pasar Beduk 7 Ulu dan bawah Jembatan Ampera serta Pasar Kilometer 5.

Menurut dia, petugas kembali mendatangi penjual produk yang mengandung zat terlarang untuk dikonsumsi tersebut.

Para pedagang diminta untuk menghentikan kegiatan menjual makanan dan minuman yang mengandung zat beracun itu.

Selain itu, pihaknya menelusuri dimana tempat asal membeli produk itu sehingga dapat memotong mata rantai peredaran makanan dan minuman yang sangat tidak layak dikonsumsi.

Ia mengatakan pengawasan dan pengambilan serta pemeriksaan contoh makanan dan minuman akan terus dilakukan secara rutin.

Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi bahaya dampak dari mengkonsumsi makanan dan minuman beracun itu.

Warga Palembang juga diminta berhati-hati membeli makanan terutama yang mudah basi, seperti tahu pilihlah teksturnya lembut begitu juga mie basah jangan yang keras dan kenyal.

Warna yang mencolok dari makanan dan minuman juga menjadi indikasi mengandung zat pewarna tekstil sehingga harus dihindari, katanya.

Bahan makanan berbahaya Petugas dari Disperindagkop Kota Bogor, memperlihatkan bahan makanan berbahaya berupa boraks dan pewarna tekstil untuk makanan yang berhasil disita di Pasar Bogor, Jabar, Senin (24/10). Petugas menyita pewarta tekstil dan borak dari sejumlah toko bahan makanan serta 2000 potong tahu yang mengandung bahan berbahaya di Pasar Bogor, karena dapat membahayakan kesehatan konsumen

Daftar Merek 34 Obat China Yang Illegal

Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya menyita 34 jenis dan merek obat China dari sebuah toko obat milik BKM, Kamis (10/2/2011), di Jalan Alternatif Cibubur, Kelurahan Jakasampurna, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi.

Obat-obatan impor itu dinilai ilegal karena tidak ada izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Adapun nama 34 jenis dan merek obat China yang disita Ditreskrimsus Polda Metro Jaya adalah:

1. Bai Dan Wan (17 buah)

2. Zhui Peng Tan (12 buah)

3. Huo Lo Wan (4 buah)

4. Tian Ma Sukin Pil (7 buah)

5. Jiang Chun (4 buah)

6. Tu Chon Fu Kou Wan (15 buah)

7. Chong Lian Trading (11 buah)

8. Long Gu Fengshi Lin (12 buah)

9. Sien Siang Tsa Isan Pill (12 buah)

10. Bi Yan Tuan (5 buah)

11. Duzong Zhunyao Wan (7 buah)

12. Ching Chaw Tan (4 buah)

13. To Chung Pills (9 buah)

14. Long Tan Rheomatism (1 buah)

15. Lien Chee Tan (11 buah)

16. Lin Chee Tan (9 buah)

17. Chow Chan Wan (15 buah)

18. Zhen Zhu Mei Ren Dan (3 buah)

19. Zhi Shi Tan (9 buah)

20. Kim Cham (21 buah)

21. Huang Long Dui Shao Dan (11 buah)

22. Snake Itch Removing Pills (17 buah)

23. Wu Bu Se Zhi Yan Wan (11 buah)

24. Ci Khet Tan (14 buah)

25. Samyun Wan (17 buah)

26. Ginseng Kenpi Bu Wan (7 buah)

27. Cordy Ceps Zhi Kee Wang (3 buah)

28. Niu Wang (3 buah)

29. Shu Jin Wan (3 buah)

30. Ponetree Flower with Seven Leaves (2 buah)

31. Ginseng Snake Itch Removing Pills (3 buah)

32. Herbal Puryfier Pills (4 buah)

33. Antacid Tablets (3 buah)

34. Mujing Wan (2 buah).

Daftar Lipstik Yang Mengandung Logam Berat Timbal

ipstik memang bisa membuat penampilan bibir semakin menawan. Tetapi berhati-hatilah memilih jenis pemulas bibir. Menurut pengujian terhadap 400 lipstik yang beredar di Amerika Serikat ditemukan bahwa mayoritas produk kosmetik itu mengandung timbal.

Penelitian tersebut dilakukan oleh Campaign for Sale Cosmetiks, sebuah koalisi yang bertujuan untuk mendorong produksi kosmetik yang aman. Diketahui bahwa lipstik tersebut mengandung 7.19 ppm timbal. Sebagai perbandingan produk mainan anak-anak yang beredar di AS tidak boleh mengandung timbal 100 ppm.

Salah satu kosmetik yang paling tinggi kandungan timbalnya adalah produk yang harganya cukup mahal. Sementara itu produk yang paling sedikit timbalnya ternyata adalah produk yang harganya murah, yakni L’Oréal , Maybelline’s Color Sensational “Pink Petal”, Wet & Wild Mega Mixer Lip Balm.

  1. Maybelline’s Color Sensation in Pink Petal. (Lead content: 7.19 parts per million or ppm)
  2. L’Oréal Colour Riche in Volcanic. (Lead content: 7.00 ppm)
  3. NARS Semi-Matte in Red Lizard. (Lead content: 4.93 ppm)
  4. Cover Girl Queen Collection Vibrant Hues Color in Ruby Remix (Lead content: 4.92 ppm)
  5. NARS Semi-Matte in Funny Face. (Lead content: 4.89)
  6. L’Oréal Colour Rich in Tickled Pink. (Lead content: 4.45)
  7. L’Oréal Intensely Moisturizing Lipcolor in Heroic. (Lead content: 4.41)
  8. Cover Girl Continuous Color in Warm Brick. (Lead content: 4.28)
  9.  Maybelline Color Sensational in Mauve Me. (Lead content: 4.23)
  10. Stargazer lipstick in shade “c.” (Lead content: 4.12)

Timbal adalah metal yang beracun dan sejak tahun 1978 dilarang dipakai dalam produk cat. Elemen tersebut terutama sangat berbahaya untuk anak-anak karena menyebabkan gangguan pada otak dan darah.

“Tidak ada kadar zat kimia yang aman karena meski sedikit tapi jika terpapar setiap hari pasti akan berakumulasi di dalam tubuh,” kata Stacy Malkan, dari Campaign for Safe Cosmetics.

Sejauh ini FDA memang belum menetapkan standar level aman zat kimia dalam produk. Karena itu, menurut Malkan, banyak produsen yang berkilah penggunaan bahan kimia itu legal.

“Karena itu kami meminta agar FDA membuat standar dan memberi panduan bagi para produsen supaya produk yang dijualnya aman,” katanya. Ia menambahkan, setiap hari rata-rata seorang wanita menggunakan 12 produk kosmetik dan pembersih tubuh.

Sementara itu menanggapi hasil pengujian tersebut FDA berkilah tidak menemukan timbal dalam kadar tinggi dalam produk pemulas bibir. “Kami sudah membuat metode dan melakukan pengujian untuk mengukur timbal dalam lipstik dan tidak menemukan adanya kadar yang bisa berbahaya bagi kesehatan,” kata juru bicara FDA kepada Reuters.

Menurut Kim Anderson, direktur eksekutif Ava Anderson Non-Toxic, lipstik bukan cuma produk kosmetik yang mengandung zat kimia berbahaya. Ia menghimbau konsumen agar berhati-hati pada produk yang memasukkan kata “pewangi (fragrance)” dalam kandungan produknya.

“Jika digunakan kata fragrance, produsen bisa menyembunyikan 600 zat kimia di balik kata itu. Sekitar 75 persen pewangi mengandung phthlates, yang bersifat karsinogenik pada jaringan di dalam tubuh,” kata Andrson, aktivitis produk kosmetik yang aman.

Bahkan, parfum termasuk dalam produk yang harus diwaspadai. Di negara bagian New Hampshire terdapat aturan untuk melarang seseorang menggunakan parfum atau cologne sebelum berangkat kerja. Alasannya? Karena bagi sebagian orang pewangi bisa menyebabkan reaksi alergi.

“Kami mendukung aturan semacam itu. Cukup banyak orang yang sensitif pada parfum karena bisa memicu gejala sakit kepala, sulit bernapas, dan asma. Fakta bahwa lembaga Centers for Disease Control and Prevention menyetujui aturan tersebut mengindikasikan sesuatu,” kata Malkan.

Daftar 400 Produk Lipstik Yang Mengadung Logam Berat Timbal Berbahaya: http://www.fda.gov/Cosmetics/ProductandIngredientSafety/ProductInformation/ucm137224

Honda Digugat Karena Menipu Konsumen Melalui Iklan Yang Tidak Benar

HEATHER Peters mengajukan gugatan kepada Honda di pengadilan di Torrance, California atas jarak tempuh yang didapatkan pada Honda Civic Hybrid miliknya yang berselisih sekitar 8.5 km/liter dari yang diiklankan oleh Honda.

Setelah dua hari menjalankan kesaksiannya, Komisaris Doug Carnahan mengirimkan 26 halaman putusannya kepada kedua pihak yang bertikai yang putusannya sendiri berpihak pada Heather dan berhak mendapatkan pengganti kerugian sebesar US$9.687 dari tuntutan awal US$10.000.

Heather Peters merasa ditipu oleh iklan Honda soal jarak tempuh yang mampu dilakukan oleh Civic Hybrid yang ternyata tidak seirit yang digembar-gemborkan Honda. Akan tetapi dalam persidangan Calahan menuliskan bahwa kecurangan yang dilakukan Honda tidak benar-benar disengaja.

Dalam iklannya Honda mengklaim bahwa Civic Hybrid tersebut mampu menyajikan efisiensi dengan takaran 21,2 km/liter. Namun Heather hanya bisa menorehkan angka 12,7 km/liter. sangat jauh dari apa yang dijanjikan Honda dalam iklannya.

Karuan saja menuntut ganti rugi kepada Honda akibat dirinya merasa tertipu oleh iklan yang dianggap menyesatkan tersebut. Tidak sampai di situ saja, warga Los Angeles ini mengajak pemilik kendaraan Civic Hybrid untuk melakukan hal yang sama.

Produk Jamu Akar Dewa Di Gorontalo Ditemukan Mengandung Bahan Kimia Berbahya Oleh BPOM

Balai penelitian obat dan makanan (BPOM) Gorontalo kembali menemukan produk jamu yang mengandung bahan kimia obat (BKO). Karena penasaran karena produk jamu merk Akar Dewa yang terbilang cukup laris di pasaran, BPOM mencoba mengambil sampel produk jamu dari beberapa pasar tradisional yang ada di Gorontalo.

“Kami coba ambil sampel produk jamu ini minggu lalu kemudian langsung lakukan pemeriksaan kandungan sampel,” ujar Kepala BPOM Gorontalo Abdul Rahim kepada Tribun, Rabu (25/1/2012).

Dan ternyata benar saja, menurut Abdul kecurigaan pihaknya terbukti setelah dari hasil pemeriksaan sampel diketahui produk jamu cair ini positif mengandung senyawa kimia piroksikam.

“Fakta ini jelas menunjukkan bahwa produsen jamu ini melakukan pembohongan publik dengan menerangkan di bungkus produk kalau bahan-bahan yang digunakan alami dan tradisional,” ujarnya.

Menurut Abdul, adanya kandungan piroksikam dalam produk jamu Akar Dewa ini jelas merupakan golongan BKO dan tidak boleh ditambahkan dalam produk jamu apapun. “Tidak diperbolehkan ada BKO dalam produk jamu apapun,” ujarnya.

Piroksikan sendiri menurut Abdul merupakan senyawa kimia yang bisa ditemukan dalam beberapa produk obat untuk mengatasi penyakit reumatik. “Masalahnya senyawa kimia ini ada dalam produk jamu ini dan sama sekali tidak dituliskan juga berapa kandungannya,” terangnya.

Menurut Abdul penggunaan bahan kimia piroksikan dalam waktu lama dan kandungan yang berlebihan bisa mengakibatkan kerusakan ginjal bagi konsumennya.

Abdul menambahkan, pihaknya sudah turun ke semua penjual produk jamu ini dan memerintahkan untuk tidak boleh lagi menjual produk jamu yang berlebel Akar Dewa ini. “Kami sudah instruksikan semua toko dan pasar yang menjual produk ini untuk segera menariknya dari pasaran dan tidak boleh dijual lagi,” jelas Abdul.

Sementara itu, dalam kurun waktu satu minggu ke depan Abdul memastikan pihaknya sudah turun melakukan sidak semua produk bermerk Akar Dewa kemudian akan dimusnahkan. “Selama satu minggu ke depan kami akan terus lakukan sidak untuk menarik produk jamu ini dari pasaran,” tegasnya.

Mengingat produk jamu ini diproduksi dari Surabaya dan bukan dari Gorontalo, Abdul memastikan dirinya sudah menyurati BPOM pusat untuk menindaklanjuti temuan ini serta memastikan lokasi produksinya di Surabaya. “Karena di sampul produk tertera nomor ijin BPOM dan itu jelas dipalsukan,” ujar Abdul.

Menurutnya tindakan ini jelas murni pidana, dan pemilik pabrik dipastikan akan dikenai sangsi pidana UU kesehatan serta UU perlindungan konsumen. “Pasti yang bersangkutan akan kena sangsi padana,” tegasnya.

Dari pengamatan Tribun, produk jamu Akar Dewa ini berbentuk cair dan dibungkus dalam sampul plastik. Di bagian depan sampul produk tertera khasiat jamu untuk pegal linu dan asam urat serta jelas tertulis mengandung bahan alami.