KEJADIAN PERTAMA:
Lewat surat pembaca ini saya mau menyampaikan tingkah laku Debt Collector khususnya dari KTA (Kredit Tanpa Agunan) Standard Chartered Bank yang sudah keterlaluan. Di kantor saya ada staf yang bernama Joko Supriyanto. Beliau sudah mengajukan resign per April 2008.
Permasalahan timbul telepon tiap hari hampir 10 kali ke kantor dengan mencari Pak Joko Supriyanto. Oleh resepsionis dibilang sudah resign dan hutang-hutang beliau bukan tanggung jawab kantor. Tetapi, kelakuan Debt Collector malah menjadi-jadi. Bahkan berkata sangat kasar dan mengancam keselamatan karyawan serta atasan kami yang tidak ada sangkut pautnya dengan Pak Joko.
Bahkan semakin beringas tingkah laku Debt Collector KTA Standard Chartered. Saya mohon ini diingat untuk Standard Chartered Bank bahwa Indonesia negara hukum. Kisa kami tuntut ke pengadilan karena rasa aman dan kenyamanan kami jadi sangat terganggu.
Bukannya berhenti malah menantang dan mengatakan kata-kata yang sangat kasar. Apakah hukum dan aparat keamanan sudah tidak bernilai lagi sehingga para Debt collector dengan seenaknya melakukan intimidasi? Dan, untuk pihak Bank Indonesia untuk menindak tegas Standard Chartered Bank karena mengganggu ketenangan, kenyamanan, dan keamanan para nasabah akibat ulah Debt Collector.
Burhan
Jl Kali Rungkut No 10 Surabaya
burhan_03@yahoo.com
0318700427
KEJADIAN KEDUA:
Saya ingin mengajukan klaim ke pihak Standard Chartered Bank (SCB). Hari ini sekitar jam 10.25 saya telah terima telepon dari pihak collection di Tebet dari agent Naomi apa Noni suaranya kurang jelas. Saya ingin melakukan pelunasan KTA (Kredit Tanpa Agunan) tetapi dipersulit hingga 3 bulan.
Saya harus membayar denda yang sangat besar. Saya minta kelonggaran diskon ke pihak SCB tetapi apa yang saya dapat adalah kata-kata yang sangat tidak senonoh, kasar, dan intimidasi atas diri saya dan orang tua saya.
Saya ingin melakukan pelunasan sebesar Rp 7,000,000. Tetapi, pihak SCB meminta sebesar Rp 8,300,000 dan untuk menambah yang satu juta saya disuruh menjual diri. Juga orang tua saya untuk menbantu tambahan Rp 1 juta dengan jual diri (disuruh melakukan perbuatan asusila).
Kata-kata lain yang kasar serta makian-makian dan sumpah serapah. Satu hal lagi yang membuat saya tidak suka adalah memarahi staf kantor yang menerima telepon tersebut. Padahal mereka tidak ada kaitannya dengan masalah saya.
Apakah seperti ini kinerja dari sebuah bank internasional seperti SCB yang tidak memberikan bentuk kerja samanya terhadap nasabah. Saya meminta pihak SCB untuk menarik kembali kata-kata yang tidak senonoh dan amoral tersebut kepada saya. Atau saya tidak akan membayar sepesar pun kepada pihak SCB.
Tati
Jl Baru No 7 Jakarta Utara
opta_hmi@yahoo.com
08388369879(msh/msh)
KEJADIAN KETIGA:
Saya menggunakan produk KTA (Kredit Tanpa Agunan) dari Standard Chartered Bank (SCB) per tanggal 19 Desember 2006 dengan nomor account 30615635xxx. Pada tanggal 27 Mei 2008 merupakan pembayaran cicilan yang terakhir.
27 Mei 2008 13:27, saya menelepon Call Center untuk konfirmasi pembayaran dan menanyakan cara mendapatkan surat pelunasan. Namun, menurut agent dibutuhkan dua hari kerja untuk dapat dilakukan pengecekan pembayaran tersebut.
29 Mei 2008 16:10, saya menelepon Call Center untuk konfirmasi pembayaran dan menanyakan cara mendapatkan surat pelunasan. Menurut agent dibutuhkan tiga hari untuk penutupan fasilitas nomor account. Setelah itu dibutuhkan proses penutupan rekening tiga hari kerja. Kemudian pengiriman surat pelunasan. Karena saya tidak mengerti proses Standard Operasional Prosedur (SOP) yang dimiliki oleh SCB mengenai Proses Penutupan KTA maka saya terima saja.
06 Juni 2008 14:37, saya menelepon Call Center untuk memastikan proses penutupan rekening. Menurut info dari agent Call Center dibutuhkan tiga hari kemudian konfirmasi surat pelunasan. Lebih dari 10 hari kerja saya mulai merasa ketidakberesan karena surat pelunasan tidak pernah saya terima. Padahal saya customer yang cukup patuh. Tidak pernah menunggak. Bahkan sering ditawari untuk melakukan pinjaman lagi.
20 Juni 2008 09:25, saya menelepon Call Center untuk menanyakan rimba surat pelunasan saya. Diterima oleh agent Sdri Dini. Setelah penyamaan identitas data diri diinformasikan surat pelunasan saya belum diproses. Saya kecewa pada agent sebab tidak dapat memastikan customer complaint. Lah, bank sekaliber SCB yang skala international bisa tidak punya rekaman complaint di Call Centernya. Saya tunggu agent-nya tapi telepon dimatikan.
20 Juni 2008 09:28, saya kembali menelepon Call Center. Diterima dengan agent Sdr Dani. Saya minta tolong disambungkan ke Sdri Dini yang memutuskan pembicaraan. Setelah bicara, informasi yang disampaikan berbelit. Pertama, dibilang rekening sudah ditutup. Kemudian diinformasikan nomor rekening baru ditutup 19 Juni 2008 karena dibutuhkan waktu 7-14 hari kerja. Di sini saja sudah tidak sinkron antara agent yang menerima komplain tanggal 6 Juni. Akhirnya saya beri jeda dan meminta tanggal 23 untuk mengirimkan surat pelunasan ke nomor faks. Tetapi, jawaban yang saya terima adalah ‘tidak bisa Ibu karena proses penutupan membutuhkan waktu 7-14 hari kerja’.
Saya sebagai customer yang patuh merasa kecewa karena dipersulit oleh SOP SCB dan manner agent Call Center bank berskala international tersebut. Adalah hak saya memperoleh surat pelunasan. Saya mohon pengertian dari SCB. Terima kasih.
Sri Agung Saragih
Jl Srengseng Sawah No 43 RT/RW 08/03 Jakarta
de.sri.agung@gmail.com
0811862381(msh/msh)
Keluhan ini dapat dibaca di detik.com :
Debt Collector Standard Chartered Bank Tidak Sopan dan Bergaya Preman
Standard Chartered Bank Selalu Mempersulit Surat Keterangan Lunas
Meminta Standard Chartered Bank Menarik Kembali Kata yang Tidak Senonoh dan Amoral
Untuk sebagai tambahan saya juga sudah mengembalikan pinjaman KTA standart Chartered yg telah Saya transfer May 2007 tetapi belum dibukukan sampai sekarang November 2008, jadi dana tersebut hanya mengendap untuk menunggu pembayaran bulanan. Saya sudah claim tapi belum dapat respon. Ternyata Standart Chartered Benar2 Bank yg kurang bagus.
By: Rahman on December 2, 2008
at 2:31 am
sama saya juga begitu emang sontoloyo
By: otoy on December 14, 2008
at 3:58 am
tidak profesional cara menservice nasabah
bank kurang bagus
By: otoy on December 14, 2008
at 4:04 am
Berantas semua debt collector, mereka sudah sangat keterlaluan dalam menjalankan aksinya
By: Joni on December 14, 2008
at 11:09 am
Saat ini saya mempunyai tunggakan kartu kredit bank mandiri. Setiap hari debt colector telpon saya sambil mnegancam mau menculik anak saya kalau saya tidak bayar. Saat ini saya masih nganggur, belum ada uang. Apakah Bank Mandiri mau bertanggung jawab seandainya suatu saat anak saya hilang?
By: wahudi on December 14, 2008
at 11:14 am
Sebagai saran aja (kalo diterima SCB sich). mudah-mudahan SCB bisa dech mengatasi hal yang sering kali terjadi seperti ini. apa SCB tidak malu atas ketidaknyamanan ini. apa SCB tidak takut akan kehilangan kepercayaan dari para konsumen.DAN MUNGKIN SAJA, APABILA KESABARAN PARA KONSUMEN YANG DIRUGIKAN SUDAH HABIS, BISA SAJA HAL INI DILAPORKAN KE PIHAK YANG BERWAJIB (POLISI). Kalo hal itu sudah terjadi mau taruh dimana “MUKA SCB”. Terima kasih.
By: tituk on January 4, 2009
at 10:46 am
Benar-benar BANK yang sangat tidak beretika. Saya malah mendapat masalah yang sangat buru. Kartu kredit saya digandakan dan dipakai oled seseorang di RUSIA tarik tunai di sebuah ATM disana. Pihak SCB sendiri yang mengkonfirmasikan hal tersebut. malah kartu saya diblokir tetap dan diganti dengan kartu baru, nomor baru. Selama masa investigasi pihak debt collector tidak henti2nya menagih saya, padahal pihk CS, mengatakan bahwa saya tidak perlu membayar sampai investigasi sepihak dari SCB kelar. Setelah 3 bulan, justru jawan mengerikan yang saya terima, saya disuruh membayar Rp. 6.200.000 trnasakasi di RUSIA tersebut, padahal bisa dibuktikan di imigrasi bahwa saya tidak berada di RUSIA saat itu.
dimana saya bisa melaporkan hal ini?
By: fishta on January 13, 2009
at 5:30 am
Saya baru terbuka mata setelah semua keluhan dan komentar ttg debt kolektor scb yang tidak sopan, kasar,dan bergaya preman. benar2 ‘teroris’ternyata benar dan sudah saya alami sendiri belakangan ini karena usaha dan buss yg mandek. walaupun saya berusaha keras utk membayar dgn cara nyicil begitu saya mendapat dana tapi tetap tidak dihargai dan di maki maki lewat telpon dan datang kerumah utk meneror.
SAYA AMAT MENYESALKAN BAHWA SEBUAH BANK ASING YG BEREPUTASI INTERNATIONAL TERNYATA MENG-TRAINING_ ANAK BUAH NYA SEPERTI INI. Kinerja yang sangat buruk dan tidak terpuji. Saya juga AMAT SANGAT MENYARANKAN jangan coba2 apply kta ataupun kk scb jika anda tidak benar2 bisa melunasi tagihan anda pada saat jatuh tempo. walaupun anda berusaha utk menyicil atu minta keringanan bank. tidak akan pernah mereka respon.
Anda akan menerima telepon mulai dari jam 6.30 pagi sampai sore, dimaki2 dengan kata yang ’sangat sopan’: tak peduli dgn usaha macam apapun pinjam uang kek, nyuri kek, jual diri kek yang pasti ada uang utk hari ini ibu setorkan… atau, anda berurusan dengan bank ya, tidak ada kompromi. emangnya scb punya nenek moyang ibu? atau ibu itu hutang ke scb ya tau diri dong, pokonya tak ada jadwal bayar nyicil ok,yang saya mau ibu bayar hari ini total atau…ibu tau sendiri akibatnya..etc
Saya ingin, menyarankan: bukan dengan cara kasar dan preman seperti ini bisa berguna malah membuat imej bank jelek, nasabah kabur semua dan…kenapa para debt kolektor tidak pikir juga BUKANKAH KARENA ADA NASABAH YANG ‘TELAT’ MAKA MEREKA DAPAT KERJA DAN MAKAN DARI LAHAN TSB?
bukankah lebih bagus, menagih dengan cara yang bagus spt citibank atau bank mandiri, yang lebih toleran dan mengena di hati…agar jangan menambah stress nasabah, menjaga agar nasabah bisa tetap berproduktif supaya kredit tebayar lancar kembali, jangan sampai kerdit macet….
Apa lebih bagus kita ‘lari’ aja ya…sama sekali tak usah bayar…toh…bayar nyicil menunjukan itikad baik kita juga tetap dimaki dan diteror setiap hari…sama aja kan?
By: Ibu Fatimah on March 12, 2009
at 4:16 am
salut untuk SCB
By: pak ter on March 25, 2009
at 4:42 am
salut untuk SCB….
wong org dah ga pnya utang kok ditagih terus sich…
malu donk sm negara tetangga….
untuk nsbh SCB udah ga usah dibayar utang utangnya.. klo ada debt collnya dtg blg aja “saya mau bayar tapi kalau nanti udah punya uang… nantinya bisa besok, lusa, bulan depan, atau 10 tahun lagi….” BRAVO SCB
By: pak ter on March 25, 2009
at 4:47 am
Pantesan preman di jlnan bkurang, tnyata pada ditampung di SCB. Pada ga punya otak, hati ma keluarga kali ya? Masa bini gw lg sakit, disumpahin mati sekalian? Skrg mrk punya misi biar gw dipecat dr kantor gw. Saran buat collector SCB, inget ye, dunia berputar. Makian2 lo pade ke nasabah lo, suatu saat bakal mental balik ke lo. Lo ngancem mo nyulik anak, ntar malah anak lo yg bkl diculik org. Lo sumpahin bini gw mati, gw sumpahin lo ma keluarga lo yg mati duluan. Duit komisi yg lo dapetin pake cara gini ga berkah buat keluarga lo
By: Dodo on August 1, 2009
at 9:37 pm
ANDA PUNYA MASALAH KARTU KREDIT / KTA ?
* Anda ingn menutp kartu krdit atau KTA anda?
* ingn byr namun keuangan tdk memungknkn?
* stres dikejar dan ditagih2 kolektor?
KAMILAH SOLUSINYA !
1.anda dpt membyr tghnya dgn mencicil sesuai dgn kemampuan anda dgn min pembyrn 100.000/bln.
2.tidak byar sama sekali (pemutihan)
hub : 021.5331758 / 085719109975.
DIJAMIN LEGAL.
Konsultasi gratis
By: Astri on August 4, 2009
at 9:09 am
saya punya 11 kartu kredit dari beberapa bank lokal dan 3 KTA . Kalau diitung-itung ada lebih dari 100 juta. Sejak ekonomi lesu di akhir tahu 2008, itulah kesempatan yg saya gunakan untuk “mengambil sikap keras” untuk tidak lagi membayar semua tagihan dari semua bank. Akibatnya selama 7-8 bulan ke belakang, yg namanya telepon, collector datang ke rumah saya & rumah ORTU (sbg referensi) sangat rajin; kadang dengan suara yg lemah lembut dan sering pula dengan suara yg menggelegar (asal tak melebihi suara halilintar). Bahkan ada juga seorang collector yg datang ke rumah hampir saya gebuki karena tdk sopan dan menantang. Setiap ada konfirmasi via telepon ataupun collector datang, saya selalu katakan: “Rasakan sekarang yaa..! selama ini kalian intimidasi nasabah2 lemah dg cara merampas harta benda dari dlm rumah mereka. Rasakan sekarang, kalian tak akan berhasil intimidasi saya. Sebaiknya kalian gigit jari saja dan berkhayallah tentang sejumlah uang yg seharusnya masuk ke kantong kalian. Selama 7-8 bulan itulah yg mereka lakukan dan itu ju pula yang saya lakukan kepada orang2 bank dan agencynya. Mungkin nasabah yang lagi pusing mau mencobanya…!
By: patih gajahmada on August 10, 2009
at 5:29 pm
Saya dahulu mempunyai beberapa kartu kredit termasuk diantaranya adalah standard chartered saya berkeinginan untuk melunasi seluruh kartu kredit saya karena menurut saya kartu kredit tidak banyak membantu dan mendorong untuk berperilaku konsumtif sehingga hal ini membuat cash flow saya terganggu di tambah bunga yang selalu berbunga jika tidak di bayarkan seluruh tagihannya. dari sekian kartu kredit yang saya lunasi hanya kartu kredit standard chartered yang harus membuat surat permohonan tutup tetapi tidak selesai sampai di situ harus konfirmasi dalam beberapa hari kerja, ternyata setelah dilalui alur tersebut beberapa bulan kemudian dikirim kembali kartu kredit..bukan main ..ini sangat menjengkelkan sekali..hal ini membuat saya berpikir kalau standard chartered itu tidak fair dan bukan begitu caranya mempertahankan nasabah .
By: tedy on August 29, 2009
at 8:35 pm
Tambahan, hari ini saya terima billing statement tertulis cicilan #06 kemaren senilai 375.000, tiba-tiba cicilan #07 untuk bulan ini senilai 2.250.000. Saya telp cust service, jawabannya adalah kartu saya sudah tidak diperpanjang oleh bank, jadi anda diminta untuk melunasi segera.
Lah, saya selama ini tidak pernah telat atau masalah apapun, kok tidak ada pemberitahuan apapun? disini juga tertulis baru #07, kalo nanti ditagih yang ke #08-#12 bagaimana….. huh…. aneh banget.
By: Andry on September 1, 2009
at 8:40 am
Emang tuh yeee… SCB gue doain semua pegawai dan bosnya kualat,ketabrak kereta api…busyeeeetttttt
By: Pak Gendut on September 2, 2009
at 7:54 am