Category Archives: Jamu

Daftar Merek 34 Obat China Yang Illegal

Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya menyita 34 jenis dan merek obat China dari sebuah toko obat milik BKM, Kamis (10/2/2011), di Jalan Alternatif Cibubur, Kelurahan Jakasampurna, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi.

Obat-obatan impor itu dinilai ilegal karena tidak ada izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Adapun nama 34 jenis dan merek obat China yang disita Ditreskrimsus Polda Metro Jaya adalah:

1. Bai Dan Wan (17 buah)

2. Zhui Peng Tan (12 buah)

3. Huo Lo Wan (4 buah)

4. Tian Ma Sukin Pil (7 buah)

5. Jiang Chun (4 buah)

6. Tu Chon Fu Kou Wan (15 buah)

7. Chong Lian Trading (11 buah)

8. Long Gu Fengshi Lin (12 buah)

9. Sien Siang Tsa Isan Pill (12 buah)

10. Bi Yan Tuan (5 buah)

11. Duzong Zhunyao Wan (7 buah)

12. Ching Chaw Tan (4 buah)

13. To Chung Pills (9 buah)

14. Long Tan Rheomatism (1 buah)

15. Lien Chee Tan (11 buah)

16. Lin Chee Tan (9 buah)

17. Chow Chan Wan (15 buah)

18. Zhen Zhu Mei Ren Dan (3 buah)

19. Zhi Shi Tan (9 buah)

20. Kim Cham (21 buah)

21. Huang Long Dui Shao Dan (11 buah)

22. Snake Itch Removing Pills (17 buah)

23. Wu Bu Se Zhi Yan Wan (11 buah)

24. Ci Khet Tan (14 buah)

25. Samyun Wan (17 buah)

26. Ginseng Kenpi Bu Wan (7 buah)

27. Cordy Ceps Zhi Kee Wang (3 buah)

28. Niu Wang (3 buah)

29. Shu Jin Wan (3 buah)

30. Ponetree Flower with Seven Leaves (2 buah)

31. Ginseng Snake Itch Removing Pills (3 buah)

32. Herbal Puryfier Pills (4 buah)

33. Antacid Tablets (3 buah)

34. Mujing Wan (2 buah).

Produk Jamu Akar Dewa Di Gorontalo Ditemukan Mengandung Bahan Kimia Berbahya Oleh BPOM

Balai penelitian obat dan makanan (BPOM) Gorontalo kembali menemukan produk jamu yang mengandung bahan kimia obat (BKO). Karena penasaran karena produk jamu merk Akar Dewa yang terbilang cukup laris di pasaran, BPOM mencoba mengambil sampel produk jamu dari beberapa pasar tradisional yang ada di Gorontalo.

“Kami coba ambil sampel produk jamu ini minggu lalu kemudian langsung lakukan pemeriksaan kandungan sampel,” ujar Kepala BPOM Gorontalo Abdul Rahim kepada Tribun, Rabu (25/1/2012).

Dan ternyata benar saja, menurut Abdul kecurigaan pihaknya terbukti setelah dari hasil pemeriksaan sampel diketahui produk jamu cair ini positif mengandung senyawa kimia piroksikam.

“Fakta ini jelas menunjukkan bahwa produsen jamu ini melakukan pembohongan publik dengan menerangkan di bungkus produk kalau bahan-bahan yang digunakan alami dan tradisional,” ujarnya.

Menurut Abdul, adanya kandungan piroksikam dalam produk jamu Akar Dewa ini jelas merupakan golongan BKO dan tidak boleh ditambahkan dalam produk jamu apapun. “Tidak diperbolehkan ada BKO dalam produk jamu apapun,” ujarnya.

Piroksikan sendiri menurut Abdul merupakan senyawa kimia yang bisa ditemukan dalam beberapa produk obat untuk mengatasi penyakit reumatik. “Masalahnya senyawa kimia ini ada dalam produk jamu ini dan sama sekali tidak dituliskan juga berapa kandungannya,” terangnya.

Menurut Abdul penggunaan bahan kimia piroksikan dalam waktu lama dan kandungan yang berlebihan bisa mengakibatkan kerusakan ginjal bagi konsumennya.

Abdul menambahkan, pihaknya sudah turun ke semua penjual produk jamu ini dan memerintahkan untuk tidak boleh lagi menjual produk jamu yang berlebel Akar Dewa ini. “Kami sudah instruksikan semua toko dan pasar yang menjual produk ini untuk segera menariknya dari pasaran dan tidak boleh dijual lagi,” jelas Abdul.

Sementara itu, dalam kurun waktu satu minggu ke depan Abdul memastikan pihaknya sudah turun melakukan sidak semua produk bermerk Akar Dewa kemudian akan dimusnahkan. “Selama satu minggu ke depan kami akan terus lakukan sidak untuk menarik produk jamu ini dari pasaran,” tegasnya.

Mengingat produk jamu ini diproduksi dari Surabaya dan bukan dari Gorontalo, Abdul memastikan dirinya sudah menyurati BPOM pusat untuk menindaklanjuti temuan ini serta memastikan lokasi produksinya di Surabaya. “Karena di sampul produk tertera nomor ijin BPOM dan itu jelas dipalsukan,” ujar Abdul.

Menurutnya tindakan ini jelas murni pidana, dan pemilik pabrik dipastikan akan dikenai sangsi pidana UU kesehatan serta UU perlindungan konsumen. “Pasti yang bersangkutan akan kena sangsi padana,” tegasnya.

Dari pengamatan Tribun, produk jamu Akar Dewa ini berbentuk cair dan dibungkus dalam sampul plastik. Di bagian depan sampul produk tertera khasiat jamu untuk pegal linu dan asam urat serta jelas tertulis mengandung bahan alami.

Daftar Terkini Obat Tradisional Dan Obat Kuat Yang Mengandung Bahan Kimia Berbahaya Dosis Tinggi

Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) menemukan sebanyak 46 produk obat tradisional berbahaya karena mengandung bahan kimia obat.

“Berdasarkan analisis risiko temuan pengawasan obat tradisional pada semester pertama 2010 masih ditemukan mengandung bahan kimia obat yang dilarang dicampurkan ke dalam obat tradisional,” papar Kepala Badan POM Kustantinah, di Jakarta, Jumat (13/8/2010).

Produk obat tradisional yang disita Badan POM itu terdiri atas produk jamu, kapsul, tablet, dan lain-lain.

Sebanyak delapan produk nomor registrasinya dibatalkan, yakni:

1. Wei Yi Xin Kapsul, 2. Gemuk Segar Eka Jaya No 1 serbuk, 3. Keteling Jiaonang, 4. Pegal Linu Eka Jaya No 2 serbuk, 5. Pegal Linu Sari Widoro COD, 6. Yin Chiao tablet, 7. Gemuk Sehat Pusaka Raga Serbuk, dan 8.Tenaga Sehat Pegal Linu serbuk.

Sedangkan produk yang tidak terdaftar dan mencantumkan nomor izin palsu adalah

1. Asam Urat Flu Tulang Super kapsul, 2. Asam Urat Flu Tulang Super tablet, 3. Buah Delima Darah Tinggi kapsul, 4. Buah Delima kapsul, 5. Gajah Kuat tablet, 6. Gemuk Sehat untuk Pria, 7. Wanita Jati Sehat, 8. Obat Gatal-Gatal (Eksim) Brantas kapsul, 9.Obat Kuat Tongkat Mesir serbuk, 10. Pakar Jaya Asam Urat si Tangkur Serbuk, 11. Power Sex kapsul, 12. Serbuk Brastomolo, 13. Top Jaya Sakti kapsul, 14. Torpedo serbuk, 15. Walet Mas serbuk, 16. Yunang kapsul, 17. Chang San serbuk, 18. Flu Tulang serbuk, 19. Puji Sehat Gemuk Sehat serbuk, 20. Sukma Perkasa Asam Urat serbuk, 21. Asam Urat + Flu Tulang Ramuan Mahkota Dewa kapsul, 22. Kammasutera serbuk, 23. Pegal Linu dan Asam Urat Montalin kapsul, 24. Godong Ijo kapsul, 25. Buah Merah Khusus Pria dan Wanita kapsul, 26. Pa’e Obat Kuat dan Tahan Lama kapsul, 27. Kuat Jantan Obat Kuat dan Tahan Lama kapsul, 28. Akar Jawa China kapsul, 29. Pegal Linu Rheumatik Asam Urat untuk Pria dan Wanita Kuat Sentosa serbuk, 30. Multi Guna Kaler untuk Pria dan Wanita serbuk, 31. Asam Urat Kaler untuk Pria dan Wanita serbuk, 32. Samurat Extra untuk Pria dan Wanita serbuk, dan 33. Asam Urat Nyeri Tulang Pengapuran kapsul.

Selain itu, ada lima produk obat tradisional yang beredar namun tidak terdaftar, yakni:

1. 5X Lebih Dahsyat Obat Kuat dan Tahan Lama tablet, 2. On-Top kapsul, 3. Linzhe Ba Zi Hu Zin Lin tablet, 4. New Happy Strong kapsul, serta 5. Morinda Extra Ginseng kapsul.

“Badan POM mengimbau masyarakat untuk bisa melindungi diri sendiri dengan tidak membeli produk tersebut,” ujar Kustantinah. Masyarakat yang menemukan produk yang dilarang beredar atau produk pangan rusak lainnya agar melaporkan ke Badan POM atau Balai POM diseluruh Indonesia.

Badan POM juga menyediakan Unit Layanan Pengaduan Konsumen Badan POM yang dapat dihubungi di nomor telepone021-4263333 dan 021-32199000 atau surat elektronik di ulpk@pom.go.id atau laman internet di http://www.pom.go.id.

Pemerintah menyita 46 merek obat tradisional. Penyitaan tersebut dilakukan karena barang-barang itu mengandung bahan kimia obat (BKO) dengan dosis sangat tinggi.

Ke-46 merek obat tradisional tersebut kebanyakan merupakan obat penambah stamina pria atau obat kuat. Produsen obat pun berasal dari beberapa daerah. Ada yang dari daerah Jabodetabek, Cilacap, Surabaya, Makassar, dan Magelang. Bahkan terdapat dua merek obat tradisional yang diimpor dari Malaysia.

Jenis BKO yang ditambahkan dalam obat tradisional pun beragam. Dari paracetamol, metampiron, CTM, tadalafil, dan lain-lain. “BKO yang berlebihan sangat berbahaya bagi tubuh,” kata Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Kustantinah, di Jakarta, Jumat (13/8).

BKO tersebut biasanya terkandung dalam obat keras. Untuk pemakaiannya pun membutuhkan resep dokter. “Kebanyakan kandungan BKO dalam obat tradisional yang kita sita sangat tinggi,” jelasnya.

Dalam peredarannya, urainya, obat-obat tersebut kerap mencantumkan izin edar palsu. Dari ke-46 merek itu, 33 di antaranya izin edarnya palsu. Lima merek tak terdaftar dan delapan lainnya dibatalkan nomor registrasinya.

Kustantinah menambahkan, pengawasan terhadap obat-obatan dilakukan secara kontinyu. Pada kurun 2001-2007, penggunaan BKO pada obat tradisional kebanyakan untuk obat rematik dan penghilang rasa sakit. Namun sejak 2007, tren tersebut beralih ke obat pelangsing dan penambah stamina.

Untuk mengantisipasi penyebaran obat-obat itu, BPOM telah menginstruksikan kepada jajarannya untuk menarik dan memusnahkannya. Selain itu, dia juga berharap agar masyarakat dapat melindungi dirinya masing-masing. Caranya dengan melihat komposisi obat dan makanan, atau melihat kode registrasi yang tercantum dalam kemasan. Kustantinah juga mengimbau agar masyarakat melaporkan kepada BPOM jika menemukan obat atau makanan ilegal.

Sementara itu, Ketua Gabungan Pengusaha Jamu Indonesia, Charles Saerang, menegaskan tidak ada anggotanya yang tak memiliki izin edar. Anggota GP Jamu yang saat berjumlah 1.300 perusahaan, semuanya terdaftar di BPOM. “Mereka bukan anggota kami,” kata Saerang.

Dia menyambut baik usaha pemerintah dalam mengawasi peredaran obat-obat tradisional di Indonesia. “Sebaiknya jangan hanya dilakukan secara musiman saja,” tuturnya. Selain itu dia berharap dapat dilibatkan dalam proses pengawasan itu.

Marketing Tidak Beretika: Hati Hati Iklan Kesehatan dan Rumah Sakit Yang Menyesatkan dan Menipu Konsumen

Banyak iklan produk kesehatan menyesatkan dan tidak mendidik. Kondisi ini merugikan masyarakat selaku konsumen. Untuk itu, pemerintah harus segera menertibkan promosi produk kesehatan yang menyesatkan itu.

”Saat ini banyak iklan produk kesehatan seperti obat-obatan yang tidak edukatif. Hanya mempromosikan bahwa produk yang diiklankan bisa menyembuhkan masalah kesehatan seketika,” kata Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia Huzna Zahir, Rabu (3/12) di Jakarta.

Padahal, dalam Undang-Undang Perlindungan Konsumen disebutkan materi iklan harus jelas, benar, dan jujur. Pada iklan obat, pengiklan harus mencantumkan informasi apa penyebab timbulnya keluhan, dan tidak boleh menjadikan tenaga kesehatan sebagai model iklan.

Ketua Kompartemen Umum dan Humas Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) Robert Imam Soetedja, dalam seminar yang diprakarsai Ikatan Rumah Sakit Jakarta Metropolitan, juga menyayangkan maraknya iklan kesehatan seperti obat dan layanan kesehatan yang menyesatkan.

Sebagai contoh, iklan sebuah merek obat mengklaim dapat mengatasi sesak napas. Iklan itu tidak menyebutkan kondisi seperti apa yang bisa diatasi dengan obat itu. ”Padahal, sesak napas bisa terjadi pada penderita asma maupun penyakit jantung. Kalau terkena jantung, minum obat itu berapa pun banyaknya tidak akan mempan,” kata Robert.

Untuk itu, pemerintah harus menertibkan berbagai iklan yang menyesatkan itu. Selain menghentikan penayangan iklan tersebut, pemerintah juga bisa mengeluarkan peringatan atau sanksi lain bagi pengiklan. ”Selain pedoman etik yang jelas, perlu ada satu pedoman yang bersifat self regulating,” kata Robert.

Rumah sakit

Promosi rumah sakit saat ini masih dirasakan tabu. Padahal, Indonesia sudah dijadikan ajang promosi bagi rumah sakit dari negara lain. ”Setiap rumah sakit dari luar negeri bebas berpromosi di Indonesia tanpa batasan,” ujar Robert.

Persi telah membuat etika promosi rumah sakit di Indonesia. Beberapa hal yang tak boleh dilakukan rumah sakit lokal dan luar negeri yang akan berpromosi di Indonesia di antaranya menyampaikan informasi yang belum terbukti kebenarannya, dan memuji diri sendiri seperti ”hanya satu-satunya”, atau ”yang pertama”

Daftar 22 Obat Kuat Pria Yang Dilarang Beredar Oleh Badan POM Indonesia Per November 2008

Berikut ini adalah daftar nama Jamu dan Obat Kuat Pria yang telah dilarang peredarannya oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Departemen Kesehatan Indonesia BP POM RI pada tangga 19 November 2008:

  1. Blue Moon, produksi PT Pasific Care Indonesia, Jakarta. (registrasi dibatalkan).
  2. Tripoten. Produksi PT Dexa Medica, Palembang
  3. Tanomale-Produksi PT Pyridam Farma, Cianjur
  4. Caligula-Kapsul. Produksi Pabrik Jamu Air Madu, Magelang. (registrasi dibatalkan).
  5. Kobra X-Kapsul. Produksi Pabrik Jamu PJ Ragil Sentosa, Cilacap. (registrasi fiktif)
  6. Hwang Di Shen Dan-Impor PT Multi Usaha Sentosa. (registrasi dibatalkan).
  7. Kuat Tahan lama -serbuk. Produksi PD Jamu Moro Sehat, Banjarnegara.(registrasi fiktif).
  8. Lak Gao 69. Produksi Pabrik Jamu Jaya Sakti Mandiri, Semarang
  9. Lafaria- Produksi PT Rama Farma, Jakarta.
  10. Mata Gold, Produksi PT Paramitra Media Perkasa, Jakarta.
  11. Manovel (impor). Produksi PT Sari Sehat Q. Capung Indah Abadi, Magelang.
  12. Okura. Produksi PT Herbalindo Sukses Makmur Tangerang
  13. Otot Madu. Produksi PT Rama Farma, Jakarta.
  14. Rama Stamina. Produksi PT Rama Farma, Jakarta.
  15. Sari Madu-Kapsul- Produksi Pabrik Jamu Sari Madu Murni. (registrasi fiktif).
  16. Stanson (impor). Produksi PT Rajawali Sukses, Jakarta.
  17. Sunni Jang Wang Xeong Ying Dan-Pil, (impor). Produksi PT Cahaya Pil Teknologi Farmasi, Jakarta.
  18. Sunni Jang Wang Xeong Ying- kapsul- Produksi PT Cahaya Pil Teknologi.
  19. Teraza. Produksi PT Rama Farma, Jakarta.
  20. Top One-Kapsul-Produksi Pabrik Jamu Paladiva, Solo.(registrasi fiktif)
  21. Urat Perkasa-kapsul- Produksi Pabrik Jamu SM Jaya, Cilacap.
  22. Ju-mex. Produksi CV Mega Maju Mekar, Jakarta.

Sumber berita: Pos Kota: Daftar Obat Kuat Yang Dilarang

Daftar Nama Produk Jamu dan Obat Yang Ditarik Karena Mengandung Bahan Kimia Obat Keras

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) kembali menarik dan melarang peredaran 54 item produk obat tradisional (jamu).Ke-54 jenis jamu tersebut setelah dilakukan pengujian laboratorium terbukti mengandung bahan kimia obat keras (BKO) yang sangat berbahaya bagi tubuh.

Kepala BPOM, Dr Husniah Rubiana Thamrin Akib MS, MKes, SpFK, mengatakan jenis bahan kimia yang ditemukan pada jamu-jamu tersebut antara lain sibutramin hidroklorida, sildenafil sitrat, siproheptadin, febilbutason, asam mefenamat, prednison, metampiron, teofilin, dan parasetamol.

“Mengonsumsi obat tradisional yang mengandung bahan kimia obat keras sangat membahayakan kesehatan, bahkan dapat mematikan,” tutur Husniah, Selasa (10/6).

DAFTAR JAMU TERLARANG
Ke-54 jamu yang diketahui mengandung BKO adalah
Pacegin Kapsul Alami,
Neo Gemuk Sehat Merk F Munir,
Ganoderma Capsule,
Sela Kapsul, Bima Kudra Tablet,
Ajib Kapsul,
Kamasutra Kapsul,
Asam Urat Flu Tulang Cap Onta,
Akar Baru Cina Tablet,
Ramuan Cina Kapsul,
Jasa Agung 2 Serbuk,
Sesak Nafas Serbuk,
Sari Bunga Segar Bugar Serbuk,
Jawa Dwipa cap Daud Sambiroto Cairan Obat Dalam,
Golden Herbal Capsules,
Obat Kuat dan Tahan Lama Ratu Madu Plus Kapsul,
Pegal Linu + Asam Urat Cap Burung Glatik,
Akar Sakti Asam Urat Flu Tulang Stroke,
Asam Urat Pegal Linu Cikungunya dan
Asam Urat Flu Tulang Kharisma Sehat Serbuk.

Sinar Manjur SMR,
Runrat tablet,
Ramuan Shin She Kapsul,
Sehat Sentosa Gemuk Sehat Serbuk,
Serbuk Dewa,
Sumber Sehat Ambeien Sehat Serbuk,
Cakra Sehat Sesak Nafas Serbuk,
Serbuk Halus Asam Urat,
Kharisma Sehat Pria dan Wanita Serbuk,
Sumber Urip Pegal Linu Serbuk,
Super Abad 21 Asam Urat Flu Tulang,
Flu Tulang Pegal Linu Puspita Surya Serbuk,
Cap Sarang Lawet Serbuk,
Asam Urat Akar Sewu Serbuk,
Asam Urat Flu Tulang Cakra Wijaya,
26 Sakit Pinggang Kapsul.

Zestos Kapsul, —> Kunjungi Situs Resmi Zestos
Sari Jagad Manjur Asam Urat Kapsul,
Sari Jagad Manjur Rheumatik Kapsul,
Dewa Ampuh Serbuk,
Serbuk Asrema,
Purba Sentosa Pegal Linu/Rheumatik,
Asam Urat Pegal Linu Serbuk,
Ramuan Manjur Pas Flu Tulang,
Dua Putri Bayan,
Fong Se Wan Kapsul,
Asam Urat Flu Tulang cap Onta Mas,
Obat Kuat dan Tahan Lama Bulan Madu,
Langsing Ayu Sing Ayu,
Chuifong Toukuwan Pil dan
Jaka Suna Gemuk Sehat Serbuk.

SUDAH DIMUSNAHKAN
Dari 54 item jamu ini, 46 jamu di antaranya menggunakan nomor pendaftaran fiktif. Jamu-jamu tersebut ditemukan di 15 provinsi yaitu Medan, Yogyakarta, DKI Jakarta, Banjarmasin, Kendari, Mataram, Lampung, Bengkulu, Banda Aceh, Padang, Makassar, Pontianak, Bandung, Pekan Baru dan Kupang.

BPOM sendiri diakui Husniah sudah memusnahkan 20 truk jamu-jamu bermasalah tersebut beberapa waktu lalu. “Saya minta masyarakat tidak mengonsumsi jamu-jamu itu,” tambah Husniah.

Ditemukannya jamu-jamu dengan kandungan BKO, lanjut Husniah, menambah buruk citra jamu asli Indonesia.

Sebab, jamu-jamu ber-BKO tersebut ternyata tidak hanya ditemukan di Indonesia, tetapi juga di Arab Saudi, Singapura , Malaysia dan Brunei Darussalam.

“Kita menjadi sulit untuk mengekspor jamu asli Indonesia . Kalaupun ada di pasaran negara lain itu dilakukan secara ilegal,” tandas Husniah.

”Karena obat tradisional ini sangat berbahaya, masyarakat diminta tidak mengonsumsinya,” kata Husniah.

Produsen dan pengedar obat tradisional ini sendiri bisa diancam lima tahun penjara dan denda Rp 2 miliar.

JAMU DAN OBAT TRADISIONAL BERBAHAYA MASIH BEREDAR BEBAS
Jamu dan obat tradisional berbahaya karena mengandung bahan kimia obat keras masih beredar di sejumlah daerah. Padahal, Badan Pengawasan Obat dan Makanan sudah mengumumkan, 54 merek jamu dan obat tradisional berbahaya itu harus ditarik dari peredaran. Di Yogyakarta, misalnya, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BB POM) Yogyakarta menemukan sedikitnya lima merek jamu terlarang tersebut dijual di kios-kios secara bebas.

Kepala Seksi Layanan Informasi Konsumen BB POM Yogyakarta Diah Tjahjonowati mengatakan, kelima produk tersebut adalah Bima Kudra tablet sebanyak 15 sachet, 26 dos jamu Pria Dewasa Ocema Kapsul, obat kuat tahan lama Ratu Madu Plus Kapsul 5 sachet, dan 35 bungkus Bulan Madu Kapsul yang semuanya mengandung sildenafil sitrat. Selain itu, juga ditemukan 14 dos ramuan China kapsul yang mengandung parasetamol.

Sildenafil sitrat dapat menyebabkan sakit kepala, mual, gangguan penglihatan, radang hidung, nyeri dada, dan denyut jantung menjadi cepat. Adapun parasetamol menyebabkan gangguan dan kerusakan hati apabila dikonsumsi dalam jangka panjang.

”Pedagangnya rata-rata tidak tahu kandungan jamu dan obat yang mereka jual,” kata Diah.

PERUSAHAAN PALSU DAN PERUSAHAAN YANG TIDAK MEMILIKI TANGGUNG JAWAB SOSIAL

Secara terpisah, Kepala BB POM Jawa Tengah Maringan Silitonga di Kota Semarang mengatakan sulit mencari sumber distribusi dan produsen 54 jamu yang ditarik dari pasaran tersebut, karena nama perusahaan dan nomor produksi yang tertera dalam kemasan adalah palsu.

Kepala Bidang Pemeriksaan dan Penyidikan BB POM Jateng Agus Prabowo mengatakan, produsen jamu ilegal ini kebanyakan berasal dari Cilacap, Solo, Banyumas, Semarang dan Jakarta.

Menurut Agus, saat ini BB POM berusaha menarik jamu ilegal dari pasaran Jateng secepat mungkin. Akan tetapi, hal ini bukan proses mudah karena hingga saat ini banyak distributor gelap yang alamatnya tidak jelas.

Beredarnya jamu berbahan kimia obat asal Cilacap diakui Kepala Dinas Kesehatan Cilacap Sugeng Budi Susanto. Namun, penindakannya di luar kewenangannya. Adapun pembinaan, menurut dia, sudah dilakukan

Download Daftar Jamu Obat Traditional Yang Mengandung BKO (sumber BP POM)

Lihat Salah Satu Website Jamu/Obat Kuat Berbahaya:

www.zestos.net —–> Zestos Kapsul

Sumber Berita

POS KOTA: Daftar Nama Jamu Yang Dilarang Beredar Oleh BP POM Karena BKO

KOMPAS: 54 Merek Jamu yang Dilarang Beredar