Category Archives: Kosmetik

Cara Membeli Obat Yang Aman dan Praktis Di Internet

Menjamurnya situs-situs belanja di internet membuat acara shopping menjadi lebih praktis. Tetapi berhati-hatilah jika Anda berniat membeli produk kosmetik di internet. Sebagai pembeli yang cerdas, Anda harus teliti. Memang banyak produk kosmetik impor yang ditawarkan di internet dengan harga jauh lebih murah ketimbang membeli di gerai kosmetik. Namun sebaiknya jangan hanya mempertimbangkan faktor harga saja. Tidak sedikit produk kosmetik yang ditawarkan tersebut ilegal atau palsu.

“Jangan tertipu iklan dan harga murah tapi keamanannya tidak terjamin. Ingat, kalau wajah sudah rusak tidak bisa lagi diperbaiki,” kata Deputi Bidang Pengawasan Produk Terapeutik dan NAPZA BPOM, Retno Tyas Utami. Penjualan barang di internet pada umumnya juga sulit diawasi badan berwenang karena tidak diketahui dengan jelas dimana kantor atau tempat penjualannya.

Selama kurun waktu bulan Januari – Maret 2013, BPOM menemukan ada 17 jenis kosmetik yang tidak memenuhi standar keamanan, manfaat dan mutu. Bahan berbahaya yang terkandung dalam kosmetik itu antara lain hidrokinon, merkuri, dan asam retinoat.

Berikut beberapa kiat sebelum membeli kosmetik di internet.

    • Perhatikan label.
      Dalam kemasan harus tercantum nama produsen, importir, bahan penyusun, dan khasiat. “Label ini harus dalam bahasa Indonesia, sehingga mudah dimengerti. Kalau dalam bahasa lain lebih baik jangan dipakai,” kata Retno. Label merupakan standar kelayakan penggunaan kosmetik. Bila kosmetik tersebut tidak bermasalah maka produsen tidak keberatan menggunakan label dengan bahasa sesuai negara pengguna.
    • -Nomor notifikasi.
      “Setiap kosmetik yang sudah melalui pengawasan BPOM RI, memiliki nomor notifikasi. Nomor ini berarti kosmetik aman digunakan, dan tidak mengandung bahan berbahaya,” kata Retno. Nomor notifikasi kosmetik diawali huruf NA, dan diikuti 11 angka. Kode ini berlaku untuk kosmetik buatan dalam maupun luar negeri. Retno mengatakan dua tips tersebut harus diperlakukan pada semua jenis kosmetik. Termasuk bila kosmetik tersebut diproduksi seorang dokter.

“Ingat seorang dokter tidak menjual bebas produk atau resepnya. Dokter hanya meresepkan spesifik untuk satu pasien,” katanya. Tugas dokter adalah untuk mendiagnosa sebuah penyakit untuk obat adalah tugas seorang apoteker

Masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati dalam membeli obat, suplemen, atau pun kosmetik di toko online karena keamanannya tidak terjamin. “Sudah banyak korban akibat membeli obat atau kosmetik secara online, terutama produk dari luar negeri,” kata Deputi Bidang Pengawasan Produk Terapeutik dan NAPZA BPOM, Retno Tyas Utami pada talkshow bertema STOP, Supaya Terhindar dari Obat Palsu, di Jakarta Selasa (27/8).

Retno menjelaskan, dalam perdagangan obat dan kosmetik online sering tidak jelas produsen dan penyalur produk tersebut. Belum lagi keamanan dan efektivitas obat yang masih dipertanyakan karena tidak memuat label yang jelas.

“Penjualan online rawan disusupi obat ilegal dan palsu, terutama untuk produk lifestyle dan disfungsi ereksi. Misalnya supaya tampil cantik, putih, atau langsing,” kata Retno. Peredaran obat ilegal atau obat palsu merupakan masalah serius yang kini dihadapi oleh Indonesia. Menurut Retno, sebagai konsumen masyarakat jangan mudah tergiur oleh obat atau kosmetik yang memberi janji instan.

Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia, Tulus Abadi, menyarankan agar masyarakat membeli produk obat dan kosmetik langsung kepada penjual. Hal ini akan memudahkan masyarakat bertanya mengenai efek samping dan khasiat, sekaligus membaca label obat. Tulus juga meminta BPOM dan kepolisian lebih serius memberantas peredaran obat palsu dan ilegal yang dijual secara online.

BPOM Keluarkan Daftar Merek 17 Kosmetik Yang Berbahaya

Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) kembali merilis 17 produk kosmetik mengandung bahan berbahaya. Ketujuh belas produk ini berasal dari seluruh Indonesia dan merupakan hasil sampling dari 24 ribu produk kosmetik.

“Memang jumlahnya menurun dibanding tahun kemarin yang mencapai 58 produk. Namun nilai bahayanya tetap sama,” kata Ketua Badan POM RI, Lucky S. Slamet pada peringatan publik Kosmetika Mengandung Bahan Berbahaya di Jakarta (13/5/13).

Produk yang ada dalam daftar hitam Badan POM sebaiknya tidak digunakan karena berbahaya bagi kesehatan. Ketujuh belas produk ini beredar tanpa ijin BPOM dan mengandung merkuri, hidrokinon, asam retinoat, dan resorsinol. Selain di jual di toko kosmetik, beberapa produk dijual di klinik kecantikan dan toko online.

Merkuri adalah bahan terlarang dalam kosmetik. Tingkat radiasinya yang tinggi menjadikan bahan ini sebagai salah satu faktor pemicu kanker. Sedangkan hidrokuinon memang digunakan untuk pemutih kulit namun penggunaannya harus dengan resep dokter. Penggunaan berlebihan akan memicu iritasi kulit.

Sementara itu penggunaan asam retinoat dikhawatirkan akan mengikis permukaan kulit. Pengunaan bahan ini harus dengan resep dokter, bahkan bahan ini tidak boleh dipakai dalam obat karena bisa menimbulkan cacat janin.

Daftar ketujuh belas produk kosmetika berbahaya:
Kosmetika merek Tabita:
1. Tabita Daily Cream
2. Tabita Nightly Cream
3. Tabita Skin Care Smooth Lotion

Kosmetika Merek Green Alvina
4. Herbal Clinic “Green Alvina” Walet Cream Mild Night Cream
5. Green Alvina Night Cream Acne

Kosmetika Merek Chrysant
6. Chrysant 24 Skin Care Pemutih Ketiak
7. Chrysant 24 Skin Care Cream Malam Jasmine
8. Chrysant 24 Skin Care AHA Toner No.1
9. Chrysant 24 Skin Care AHA Toner No.2
10. Chrysant 24 Skin Care AHA Toner No.1

Kosmetika merek Hayfa
11. Hayfa Sunblock Acne Cream Natural Pagi-Sore
12. Hayfa Acne Morning Pagi-Sore

Kosmetika Merek dr. Nur Hidayat,SpKK
13. Acne Lotion dr. Nur Hidayat,SpKK
14. Cream Malam Prima 1 dr. Nur Hidayat,SpKK
15. Acne Cream Malam dr. Nur Hidayat,SpKK

Kosmetika Merek Cantik
16. Cantik Whitening Vit. E Night Cream
17. Cantik Whitening Vit. E Day Cream.

Daftar Lipstik Yang Mengandung Logam Berat Timbal

ipstik memang bisa membuat penampilan bibir semakin menawan. Tetapi berhati-hatilah memilih jenis pemulas bibir. Menurut pengujian terhadap 400 lipstik yang beredar di Amerika Serikat ditemukan bahwa mayoritas produk kosmetik itu mengandung timbal.

Penelitian tersebut dilakukan oleh Campaign for Sale Cosmetiks, sebuah koalisi yang bertujuan untuk mendorong produksi kosmetik yang aman. Diketahui bahwa lipstik tersebut mengandung 7.19 ppm timbal. Sebagai perbandingan produk mainan anak-anak yang beredar di AS tidak boleh mengandung timbal 100 ppm.

Salah satu kosmetik yang paling tinggi kandungan timbalnya adalah produk yang harganya cukup mahal. Sementara itu produk yang paling sedikit timbalnya ternyata adalah produk yang harganya murah, yakni L’Oréal , Maybelline’s Color Sensational “Pink Petal”, Wet & Wild Mega Mixer Lip Balm.

  1. Maybelline’s Color Sensation in Pink Petal. (Lead content: 7.19 parts per million or ppm)
  2. L’Oréal Colour Riche in Volcanic. (Lead content: 7.00 ppm)
  3. NARS Semi-Matte in Red Lizard. (Lead content: 4.93 ppm)
  4. Cover Girl Queen Collection Vibrant Hues Color in Ruby Remix (Lead content: 4.92 ppm)
  5. NARS Semi-Matte in Funny Face. (Lead content: 4.89)
  6. L’Oréal Colour Rich in Tickled Pink. (Lead content: 4.45)
  7. L’Oréal Intensely Moisturizing Lipcolor in Heroic. (Lead content: 4.41)
  8. Cover Girl Continuous Color in Warm Brick. (Lead content: 4.28)
  9.  Maybelline Color Sensational in Mauve Me. (Lead content: 4.23)
  10. Stargazer lipstick in shade “c.” (Lead content: 4.12)

Timbal adalah metal yang beracun dan sejak tahun 1978 dilarang dipakai dalam produk cat. Elemen tersebut terutama sangat berbahaya untuk anak-anak karena menyebabkan gangguan pada otak dan darah.

“Tidak ada kadar zat kimia yang aman karena meski sedikit tapi jika terpapar setiap hari pasti akan berakumulasi di dalam tubuh,” kata Stacy Malkan, dari Campaign for Safe Cosmetics.

Sejauh ini FDA memang belum menetapkan standar level aman zat kimia dalam produk. Karena itu, menurut Malkan, banyak produsen yang berkilah penggunaan bahan kimia itu legal.

“Karena itu kami meminta agar FDA membuat standar dan memberi panduan bagi para produsen supaya produk yang dijualnya aman,” katanya. Ia menambahkan, setiap hari rata-rata seorang wanita menggunakan 12 produk kosmetik dan pembersih tubuh.

Sementara itu menanggapi hasil pengujian tersebut FDA berkilah tidak menemukan timbal dalam kadar tinggi dalam produk pemulas bibir. “Kami sudah membuat metode dan melakukan pengujian untuk mengukur timbal dalam lipstik dan tidak menemukan adanya kadar yang bisa berbahaya bagi kesehatan,” kata juru bicara FDA kepada Reuters.

Menurut Kim Anderson, direktur eksekutif Ava Anderson Non-Toxic, lipstik bukan cuma produk kosmetik yang mengandung zat kimia berbahaya. Ia menghimbau konsumen agar berhati-hati pada produk yang memasukkan kata “pewangi (fragrance)” dalam kandungan produknya.

“Jika digunakan kata fragrance, produsen bisa menyembunyikan 600 zat kimia di balik kata itu. Sekitar 75 persen pewangi mengandung phthlates, yang bersifat karsinogenik pada jaringan di dalam tubuh,” kata Andrson, aktivitis produk kosmetik yang aman.

Bahkan, parfum termasuk dalam produk yang harus diwaspadai. Di negara bagian New Hampshire terdapat aturan untuk melarang seseorang menggunakan parfum atau cologne sebelum berangkat kerja. Alasannya? Karena bagi sebagian orang pewangi bisa menyebabkan reaksi alergi.

“Kami mendukung aturan semacam itu. Cukup banyak orang yang sensitif pada parfum karena bisa memicu gejala sakit kepala, sulit bernapas, dan asma. Fakta bahwa lembaga Centers for Disease Control and Prevention menyetujui aturan tersebut mengindikasikan sesuatu,” kata Malkan.

Daftar 400 Produk Lipstik Yang Mengadung Logam Berat Timbal Berbahaya: http://www.fda.gov/Cosmetics/ProductandIngredientSafety/ProductInformation/ucm137224

Daftar Terkini Obat Tradisional Dan Obat Kuat Yang Mengandung Bahan Kimia Berbahaya Dosis Tinggi

Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) menemukan sebanyak 46 produk obat tradisional berbahaya karena mengandung bahan kimia obat.

“Berdasarkan analisis risiko temuan pengawasan obat tradisional pada semester pertama 2010 masih ditemukan mengandung bahan kimia obat yang dilarang dicampurkan ke dalam obat tradisional,” papar Kepala Badan POM Kustantinah, di Jakarta, Jumat (13/8/2010).

Produk obat tradisional yang disita Badan POM itu terdiri atas produk jamu, kapsul, tablet, dan lain-lain.

Sebanyak delapan produk nomor registrasinya dibatalkan, yakni:

1. Wei Yi Xin Kapsul, 2. Gemuk Segar Eka Jaya No 1 serbuk, 3. Keteling Jiaonang, 4. Pegal Linu Eka Jaya No 2 serbuk, 5. Pegal Linu Sari Widoro COD, 6. Yin Chiao tablet, 7. Gemuk Sehat Pusaka Raga Serbuk, dan 8.Tenaga Sehat Pegal Linu serbuk.

Sedangkan produk yang tidak terdaftar dan mencantumkan nomor izin palsu adalah

1. Asam Urat Flu Tulang Super kapsul, 2. Asam Urat Flu Tulang Super tablet, 3. Buah Delima Darah Tinggi kapsul, 4. Buah Delima kapsul, 5. Gajah Kuat tablet, 6. Gemuk Sehat untuk Pria, 7. Wanita Jati Sehat, 8. Obat Gatal-Gatal (Eksim) Brantas kapsul, 9.Obat Kuat Tongkat Mesir serbuk, 10. Pakar Jaya Asam Urat si Tangkur Serbuk, 11. Power Sex kapsul, 12. Serbuk Brastomolo, 13. Top Jaya Sakti kapsul, 14. Torpedo serbuk, 15. Walet Mas serbuk, 16. Yunang kapsul, 17. Chang San serbuk, 18. Flu Tulang serbuk, 19. Puji Sehat Gemuk Sehat serbuk, 20. Sukma Perkasa Asam Urat serbuk, 21. Asam Urat + Flu Tulang Ramuan Mahkota Dewa kapsul, 22. Kammasutera serbuk, 23. Pegal Linu dan Asam Urat Montalin kapsul, 24. Godong Ijo kapsul, 25. Buah Merah Khusus Pria dan Wanita kapsul, 26. Pa’e Obat Kuat dan Tahan Lama kapsul, 27. Kuat Jantan Obat Kuat dan Tahan Lama kapsul, 28. Akar Jawa China kapsul, 29. Pegal Linu Rheumatik Asam Urat untuk Pria dan Wanita Kuat Sentosa serbuk, 30. Multi Guna Kaler untuk Pria dan Wanita serbuk, 31. Asam Urat Kaler untuk Pria dan Wanita serbuk, 32. Samurat Extra untuk Pria dan Wanita serbuk, dan 33. Asam Urat Nyeri Tulang Pengapuran kapsul.

Selain itu, ada lima produk obat tradisional yang beredar namun tidak terdaftar, yakni:

1. 5X Lebih Dahsyat Obat Kuat dan Tahan Lama tablet, 2. On-Top kapsul, 3. Linzhe Ba Zi Hu Zin Lin tablet, 4. New Happy Strong kapsul, serta 5. Morinda Extra Ginseng kapsul.

“Badan POM mengimbau masyarakat untuk bisa melindungi diri sendiri dengan tidak membeli produk tersebut,” ujar Kustantinah. Masyarakat yang menemukan produk yang dilarang beredar atau produk pangan rusak lainnya agar melaporkan ke Badan POM atau Balai POM diseluruh Indonesia.

Badan POM juga menyediakan Unit Layanan Pengaduan Konsumen Badan POM yang dapat dihubungi di nomor telepone021-4263333 dan 021-32199000 atau surat elektronik di ulpk@pom.go.id atau laman internet di http://www.pom.go.id.

Pemerintah menyita 46 merek obat tradisional. Penyitaan tersebut dilakukan karena barang-barang itu mengandung bahan kimia obat (BKO) dengan dosis sangat tinggi.

Ke-46 merek obat tradisional tersebut kebanyakan merupakan obat penambah stamina pria atau obat kuat. Produsen obat pun berasal dari beberapa daerah. Ada yang dari daerah Jabodetabek, Cilacap, Surabaya, Makassar, dan Magelang. Bahkan terdapat dua merek obat tradisional yang diimpor dari Malaysia.

Jenis BKO yang ditambahkan dalam obat tradisional pun beragam. Dari paracetamol, metampiron, CTM, tadalafil, dan lain-lain. “BKO yang berlebihan sangat berbahaya bagi tubuh,” kata Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Kustantinah, di Jakarta, Jumat (13/8).

BKO tersebut biasanya terkandung dalam obat keras. Untuk pemakaiannya pun membutuhkan resep dokter. “Kebanyakan kandungan BKO dalam obat tradisional yang kita sita sangat tinggi,” jelasnya.

Dalam peredarannya, urainya, obat-obat tersebut kerap mencantumkan izin edar palsu. Dari ke-46 merek itu, 33 di antaranya izin edarnya palsu. Lima merek tak terdaftar dan delapan lainnya dibatalkan nomor registrasinya.

Kustantinah menambahkan, pengawasan terhadap obat-obatan dilakukan secara kontinyu. Pada kurun 2001-2007, penggunaan BKO pada obat tradisional kebanyakan untuk obat rematik dan penghilang rasa sakit. Namun sejak 2007, tren tersebut beralih ke obat pelangsing dan penambah stamina.

Untuk mengantisipasi penyebaran obat-obat itu, BPOM telah menginstruksikan kepada jajarannya untuk menarik dan memusnahkannya. Selain itu, dia juga berharap agar masyarakat dapat melindungi dirinya masing-masing. Caranya dengan melihat komposisi obat dan makanan, atau melihat kode registrasi yang tercantum dalam kemasan. Kustantinah juga mengimbau agar masyarakat melaporkan kepada BPOM jika menemukan obat atau makanan ilegal.

Sementara itu, Ketua Gabungan Pengusaha Jamu Indonesia, Charles Saerang, menegaskan tidak ada anggotanya yang tak memiliki izin edar. Anggota GP Jamu yang saat berjumlah 1.300 perusahaan, semuanya terdaftar di BPOM. “Mereka bukan anggota kami,” kata Saerang.

Dia menyambut baik usaha pemerintah dalam mengawasi peredaran obat-obat tradisional di Indonesia. “Sebaiknya jangan hanya dilakukan secara musiman saja,” tuturnya. Selain itu dia berharap dapat dilibatkan dalam proses pengawasan itu.

Daftar Kosmetik Tanpa Label Yang Diduga Palsu

Badan Pengawas Obat dan Makanan Bengkulu menemukan beberapa jenis kosmetik dan permen tanpa label dijual secara ilegal di sejumlah pusat perbelanjaan dan warung. Hal ini sangat berbahaya bagi kesehatan masyarakat.

Koordinator operasi BPOM Bengkulu, Efni Jasril, di Bengkulu, Senin (14/9), mengatakan, kosmetik dan makanan berbahaya itu ditemukan petugas saat melakukan razia dalam rangka penertiban makanan berbahaya, termasuk makanan siap saji, untuk berbuka puasa.

Dia mengatakan, keberadaan kosmetik dan permen yang dirazia tersebut ilegal sehingga tidak dapat dijamin bahan-bahan yang terkandung di dalamnya.

”Kami tidak menemukan adanya jaminan legalitas dari instansi terkait, seperti Departemen Kesehatan serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan, sehingga produk itu diduga kuat mengandung zat berbahaya,” katanya.

Kosmetik yang diragukan keasliannya itu antara lain Scholar Night Cream, Kis Revoli, Kenzo Parfum, Walya, Revlon Eyeshadow, Cianyu, Cianyu 02, Tomato, MAC mg01/904, dan Topsyese.

Razia yang digelar pekan lalu itu sesuai daftar keluhan yang diterima masyarakat dengan awal sasaran Salon Rudi Hadisuwarno di Jalan MT Haryono. Di tempat itu BPOM menemukan dan menyita puluhan merek kosmetik ilegal.

Tim BPOM kemudian meluncur ke pasar tradisional dan modern serta mendapatkan lima kios penjual kosmetik yang tidak dapat memperlihatkan dokumen resmi mereka. Dari tempat itu razia diteruskan ke Mega Mal Pasar Minggu, Bengkulu.

Petugas kembali menemukan puluhan kosmetik ilegal di sebuah kios mal. Produk itu langsung disita

Marketing Tidak Beretika: Hati Hati Iklan Kesehatan dan Rumah Sakit Yang Menyesatkan dan Menipu Konsumen

Banyak iklan produk kesehatan menyesatkan dan tidak mendidik. Kondisi ini merugikan masyarakat selaku konsumen. Untuk itu, pemerintah harus segera menertibkan promosi produk kesehatan yang menyesatkan itu.

”Saat ini banyak iklan produk kesehatan seperti obat-obatan yang tidak edukatif. Hanya mempromosikan bahwa produk yang diiklankan bisa menyembuhkan masalah kesehatan seketika,” kata Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia Huzna Zahir, Rabu (3/12) di Jakarta.

Padahal, dalam Undang-Undang Perlindungan Konsumen disebutkan materi iklan harus jelas, benar, dan jujur. Pada iklan obat, pengiklan harus mencantumkan informasi apa penyebab timbulnya keluhan, dan tidak boleh menjadikan tenaga kesehatan sebagai model iklan.

Ketua Kompartemen Umum dan Humas Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) Robert Imam Soetedja, dalam seminar yang diprakarsai Ikatan Rumah Sakit Jakarta Metropolitan, juga menyayangkan maraknya iklan kesehatan seperti obat dan layanan kesehatan yang menyesatkan.

Sebagai contoh, iklan sebuah merek obat mengklaim dapat mengatasi sesak napas. Iklan itu tidak menyebutkan kondisi seperti apa yang bisa diatasi dengan obat itu. ”Padahal, sesak napas bisa terjadi pada penderita asma maupun penyakit jantung. Kalau terkena jantung, minum obat itu berapa pun banyaknya tidak akan mempan,” kata Robert.

Untuk itu, pemerintah harus menertibkan berbagai iklan yang menyesatkan itu. Selain menghentikan penayangan iklan tersebut, pemerintah juga bisa mengeluarkan peringatan atau sanksi lain bagi pengiklan. ”Selain pedoman etik yang jelas, perlu ada satu pedoman yang bersifat self regulating,” kata Robert.

Rumah sakit

Promosi rumah sakit saat ini masih dirasakan tabu. Padahal, Indonesia sudah dijadikan ajang promosi bagi rumah sakit dari negara lain. ”Setiap rumah sakit dari luar negeri bebas berpromosi di Indonesia tanpa batasan,” ujar Robert.

Persi telah membuat etika promosi rumah sakit di Indonesia. Beberapa hal yang tak boleh dilakukan rumah sakit lokal dan luar negeri yang akan berpromosi di Indonesia di antaranya menyampaikan informasi yang belum terbukti kebenarannya, dan memuji diri sendiri seperti ”hanya satu-satunya”, atau ”yang pertama”

Daftar Nama 27 Kosmetik Obat Berbahaya Bagi Kesehatan Karena Mengandung Merkuri

Berikut ini adalah daftar nama 27 Merek Kosmetik Berbahaya bagi kesehatan:

  1. Doctor Kayama Whitening Day,
  2. Doctor Kayama Whitening Night,
  3. MRC Putri Salju,
  4. MRC PS Crystal,
  5. Blossom Day Cream,
  6. Blossom Night Cream,
  7. Cream Malam,
  8. Day Cream Vit E Herbal,
  9. Locos Anti Fleck Vit E & Herbal,
  10. Night Cream Vit E Herbal,
  11. Kosmetik Ibu Sari,
  12. Krim Malam,
  13. MEEI YUNG putih,
  14. MEEI YUNG kuning,
  15. SHEE NA Whitening Pearl Cream,
  16. AILY Cake 2 in 1 Eye Shadow 01,
  17. BAOLISHI Eye Shadow,
  18. CAMEO Make Up Vit 3 in 1 Two Way Cake & Multi Eyes Shadow & Blush,
  19. CRESSIDA Eye Shadow,
  20. KAI Eye Shadow & Blush On,
  21. MEIXUE YIZU Eye Shadow,
  22. NUOBEIER Blusher,
  23. NUOBEIER Blush On,
  24. NUOBEIER Pro-make up & Blusher No.5,
  25. SUT SYU Eye Shadow,
  26. New rody special putih,
  27. New rodi special kuning.

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Husniah Rubiana Thamrin Akib, di Jakarta, Rabu, mengumumkan penarikan 27 merek kosmetik yang berbahaya karena positif mengandung bahan berbahaya dan zat warna yang dilarang digunakan dalam kosmetik.

“Berdasarkan hasil investigasi dan pengujian laboratorium Badan POM sepanjang tahun 2007 terhadap kosmetik yang beredar, kami menemukan 27 merek kosmetik yang mengandung bahan berbahaya dan zat pewarna yang dilarang digunakan untuk kosmetik,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa bahan berbahaya dan zat berwarna yang dimaksud adalah Merkuri (Hg), Asam Retinoat, zat warna Rhodamin (warna merah K.10 dan merah K.3).

“Penggunaan bahan-bahan ini dalam kosmetik dapat membahayakan kesehatan, dan penggunaannya dilarang sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan RI No.445 tahun 1998 tentang Bahan, Zat Warna, Substratum, Zat Pengawet, dan Tabir Surya pada Kosmetik, dan Keputusan Kepala Badan POM tentang Kosmetik,” kata dia.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa Merkuri atau air raksa yang termasuk logam berat berbahaya, yang dalam konsentrasi kecil pun dapat bersifat racun, dalam menimbulkan berbagai gangguan kesehatan.

“Efek dari konsumsi Merkuri mulai dari perubahan warna kulit, yang akhirnya bisa menyebabkan bintik-bintik hitam di kulit, alergi, iritasi kulit, kerusakan permanen pada susunan syaraf, otak, ginjal, dan gangguan perkembangan janin. Bahkan dalam paparan jangka pendek dalam dosis tinggi dapat menyebabkan muntah-muntah, diare, dan kerusakan ginjal serta merupakan zat yang menyebabkan kanker pada manusia (karsinogenik),” ujarnya.

Sementara itu bahaya pengunaan Tretinoin/Asam Retinoat dapat menyebabkan kulit kering, rasa terbakar, dan cacat pada janin (teratogenik).

“Bahan pewarna merah K.10 dan merah K.3 merupakan zat warna sintesis yang umumnya digunakan sebagai zat warna kertas, tekstil, atau tinta. Zat warna ini merupakan zat karsinogenik, sementara Rhodamin dalam konsentrasi tinggi dapat menyebabkan kerusakan hati,” kata Husniah.

“Kami telah menginstruksikan kepada produsen, importir, dan distributor untuk melakukan penarikan produk-produk tersebut dari peredaran dan memusnahkannya. Kami pun akan merazia produk-produk ini dari pasaran,” kata dia menambahkan.

Pihak-pihak yang memproduksi, mengimpor, dan atau mengedarkan produk yang tidak memenuhi standar diatur dalam Undang-Undang No. 23 tahun 1992 tentang Kesehatan, dan terancam pidana penjara paling lama 5 tahun dan atau pidana denda maksimal 100 juta rupiah.

Kegiatan ini juga melanggar Undang-Undang No. 8 tentang Perlindungan Konsumen yang dapat dikenakan pidana penjara paling lama 5 tahun dan atau pidana denda paling banyak 2 miliar rupiah, kata Husniah.

Berdasarkan sumber produk, dari total 27 merek yang dilarang peredaran oleh Badan POM, 11 merupakan produk impor dari China dan Jepang, 8 dari produsen lokal (Jakarta, Bekasi, Yogyakarta, Bandung) dan 8 tidak jelas produsen serta asal usulnya.

Berikut daftar kosmetik yang ditarik: Krim Siang dan Malam Dr Kayama, Blossom krim siang dan malam, Krim Malam, Krim siang Vitamin E herbal, Locos Anti Flek, krim malam Vitamin E herbal, krim siang Kosmetik Ibu Sari, krim malam, Meei Yung putih dan kuning, New Rody spesial kuning dan putih, dan Shee Na Krim Pemutih mengandung Merkuri.

Sementara kosmetik yang mengandung Asam Retinoat adalah krim dan krim kristal MRC Putri Salju, yang diproduksi oleh CV. Ngongoh Cosmetic, Bekasi. Nomor pendaftaran kedua produk ini sudah dibatalkan oleh Badan POM.

Sementara produk yang mengandung zat pewarna berbahaya merah K.3 dan merah K.10 adalah Aily Cake 2 in 1 Eye Shadow, Baollish Eye Shadow, Cameo Make up Kit 3 in 1, Cressida Eye Shadow, KAI Eyes Shadow, Meixue Yizu Eye Shadow, Nuobeier blusher, blush on, dan Pro-Make-Up, dan Sutsyu Eye Shadow.

Semua produk kosmetik yang dinyatakan mengandung zat pewarna berbahaya ini tidak memiliki nomor pendaftaran Badan POM.

Mayoritas merek kosmetik itu tidak punya izin edar dari Badan POM. Akan tetapi, sejumlah kosmetik, seperti krim siang dan krim malam Doctor Kayama, sempat mendapat izin edar, tetapi lalu dibatalkan Badan POM karena hasil pemeriksaan secara acak menunjukkan produk itu mengandung merkuri.

”Badan POM akan merazia kosmetik yang tidak punya izin edar dan mengandung bahan kimia berbahaya itu di semua provinsi. Saat ini, ada distributor yang sudah diajukan ke pengadilan,” kata Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Kosmetik, dan Produk Komplemen Badan POM Ruslan Aspan.

Ketua Bidang Industri Persatuan Perusahaan Kosmetik Indonesia Putri K Wardani mendukung langkah Badan POM itu demi melindungi konsumen. ”Dengan diumumkannya merek kosmetik yang bermasalah, pelaku industri dan importir kosmetik yang menjalankan aturan tidak dirugikan,” ujarnya.

”Mayoritas kosmetik yang ditarik dari peredaran itu bukan anggota kami,” kata Putri. Pihaknya telah menyosialisasikan pada para anggotanya mengenai cara pembuatan kosmetik yang baik.

Husniah menyatakan, merkuri termasuk logam berat berbahaya yang dalam konsentrasi kecil pun bersifat racun. Pemakaian merkuri bisa menyebabkan bintik hitam pada kulit, alergi, iritasi kulit, kerusakan permanen pada susunan saraf, otak, muntah, diare, kerusakan ginjal, dan gangguan perkembangan janin.

Pemakaian asam retinoat bisa menyebabkan kulit kering, rasa terbakar, dan cacat pada janin. Adapun zat pewarna merah Rhodamin B, yang umumnya dipakai untuk pewarna kertas atau tekstil, bisa mengakibatkan kanker dan kerusakan hati.

Bagi masyarakat yang terkena risiko kosmetik tersebut agar melapor ke BPOM di Jakarta melalui unit layanan 021-4263333 atau balai POM di daerah.

Sumber:
Antara – 27 Kosmetik Mengandung Merkuri Ditarik