Category Archives: Susu Formula

30 Persen Produk Makanan Di Indonesia Termasuk Kategori Berbahaya

Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Pusat, Indah Sukmaningsih menyatakan, sekitar 30 prosen (sepertiga) makanan kemasan yang dipasarkan bebas di Indonesia, diindikasikan mengandung zat berbahaya.

Bahkan dari 28 jenis produk makanan yang diteliti lembaganya bersama para akhli dari Universitas Indonesia (UI), ternyata terdapat 10 jenis produk diantaranya terbukti mengandung zat berbahaya seperti melamin dan zat berbahaya lainnya, ungkap Sukmaningsih di Cipanas Garut, Jabar, Jumat.

Ditemui seusai kegiatan sosialisasi tentang “jangan melahirkan di rumah”, ia juga mengemukakan angka tersebut jika dikonversikan terhadap jumlah produk makanan kemasan yang beredar di Indonesia, nyaris bisa mencapai 30 prosen mengandung zat berbahaya.

Kondisi yang memprihatinkan itu belum termasuk dengan peredaran produk makanan kadaluarsa, yang luput dari kegiatatan pengawasan pemerintah, padahal beragam jenis makanan kadaluarsa mayoritas mengandung bakteri “anaerob”, yang bisa mengakibatkan kematian, katanya.

Terkait hingga kini masih banyaknya beragam produk makanan berbahaya termasuk kadaluarsa yang masih banyak beredar ditengah masyarakat, menurutnya terjadi akibat kelalaian pemerintah dalam mengawasi peredaran barang-barang tersebut.

Malahan lembaga pengawasan milik pemerintah yakni BPOM, selama ini dinilai tidak bekerja secara maksimal, melainkan hanya melakukan pemeriksaan produk makanan yang dibersihkan , sehingga pada hasil pemeriksaan yang dilakukan tidak diketemukan bukti produk tersebut mengandung zat berbahaya.

Diperparah Departemen/ Dinas Perdagangan, yang semestinya dapat menjadi filter dari masuknya produk makanan berbahaya ini, selama ini hanya memerankan diri sebagai pembuat regulasi atau tanpa melakukan aksi yang maksimal untuk menyelamatkan konsumen dari ancaman makanan berbahaya, katanya.

Adanya ketidak sungguhan pemerintah menangani masalah ini, maka diharapkan masyarakat mulai mengerti atau memahami tentang segala produk makanan yang tersedia, agar mereka tidak terjebak dan tergiur untuk mengkonsumsinya.

Namun, Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Pusat, Indah Sukmaningsih pada kesempatan tersebut tidak menyebutkan secara detail tentang beragam jenis produk makanan yang dinilai dan dituduhkannya mengandung zat berbahaya

Talkshow Produk Susu Yang Tercemar Bakteri di Trijaya FM

Mendengarkan Talkshow POLEMIK tentang susu formula yang tercemar bakteri di Trijaya FM pada hari Sabtu tanggal 1 Maret 2008 Jam 10.00 WIB, sangatlah menyedihkan hati bukan saja karena hampir semua pembicara di sana berargumentasi mencari kambing hitam. Tetapi juga karena ada beberapa pembicara yang sengaja memberikan informasi yang salah.

KONTAMINASI BAKTERI E. SAKAZAKII MENURUT WHO

Mengacu pada penjelasan WHO (World Health Organization), memang bayi-bayi tersebut terinfeksi bakteri E. sakazakii, bukan karena ibunya terjangkit HIV atau bukan karena lahir prematur atau bukan karena lahir berat rendah. Kondisi bayi bayi yang ibunya terkena HIV, bayi yang lahir premature dan bayi yang lahir dengan berat badan rendah, membuat bayi bayi itu terpaksa minum susu formula sejak awal mereka lahir. Karena itulah tingkat kemungkinan mereka terinfeksi menjadi sangat tinggi. (halaman 11, paragraf 2)

Berbeda dengan pembicara yang mengatakan bahwa di literatur ilmiah yang dia baca bahwa bayi yang terinfeksi bakteri E. sakazakii adalah bayi yang ibunya terkena HIV, bayi yang lahir premature dan bayi yang lahir dengan berat badan rendah. Jadi karena itulah menurut pembicara tersebut kenapa bayi itu terinfeksi E. sakazakii.

Menyedihkan sekali betapa suatu fakta diputarbalikan.

Download: Literatur Ilmiah WHO tentang E. Sakazakii dalam Susu Formula Bayi

KONFRENSI WHO TENTANG KONTAMINASI E. SAKAZAKII PADA SUSU FORMULA BAYI

WHO dan FAO mengadakan konfrensi khusus Enterobakter sakazakii dan organisme lain yang mencemari susu formula pada di Geneva, 2-5 February 2004. Hal ini menunjukan betapa krusialnya masalah ini. Konferensi ini diadakan atas perminataan WHO dan FAO untuk meminta pendapat dari para ahli di “Codex Committee on Food Hygiene” untuk merevisi standard pembuatan makanan untuk bayi dan anak yang sehat. Hal ini membuktikan betapa pentingnya makanan yang bersih dari cemaran apapun bagi bayi dan anak yang merupakan harapan dunia.

Hasil dari konfrensi tersebut menyimpulkan bahwa kontaminasi bakteri enterobacter sakazakii dan salmonella pada susu formula bubuk untuk bayi menyebabkan infeksi dan penyakit pada bayi termasuk penyakit yang parah hingga menyebabkan bayi cacat dan kematian. Enterobacter sakazakii menyebabkan penyakit pada semua lapisan umur. Bayi dengan umur dibawah satu tahun yang paling berisiko terkena penyakit yang disebabkan oleh enterobacter sakazakii tersebut.Enterobacter sakazakii merupakan bakteri patogen yang muncul dan mengancam kesehatan masyarakat. Bahkan kadar rendah cemaran Enterobacter sakazakii pun merupakan risk factor bagi kesehatan.

ARGUMEN ANEH DARI BP POM

Dalam Acara POLEMIK di TRIJAYA FM wakil dari BP POM mengatakan bahwa POM tidak menemukan produk susu bayi yang telah tercemar dipasaran padahal beberapa hari yang lalu POM mengatakan bahwa mereka telah menarik semua produk susu formula yang telah tercemar. Yang menjadi pertanyaan sekarang bagaimana BP POM bisa menarik produk susu bayi yang telah tercemar bakteri E. Sakazakii bila POM tidak menemukan produk yang tercemar dipasaran?

BP POM menurut standar juga harus menyimpan setiap batch dari produk yang harus diawasi keamanannya jadi alasan bahwa POM tidak dapat memeriksa ulang hasil penelitian dari IPB tersebut karena produk yang diuji sudah tidak beredar dipasaran sebenarnya kurang tepat.

Dalam acara POLEMIK itu juga BP POM bertugas hanya melakukan Pengawasan, jadi beredarnya produk susu formula yang tercemar bakteri Enterobacter Sakazakii itu bukan tanggung jawab BP POM secara langsung karena itu bukan termasuk tugas pengawasan. Menurut wakil BP POM pada acara tersebut keberadaan bakteri E. Sakazakii dalam susu formula itu adalah kejadian yang biasa dan bukan luar biasa karena bakteri ada dimana-mana bukan hanya ada di susu tapi juga diudara, tubuh manusia dan makanan lain.Pada Harian Kompas tanggal 1 Maret 2008 oleh Bapak Roy dari BP POM juga menyebutkan bahwa tugas BP POM adalah sebatas manajemen resiko dan susu formula yang berbahaya bagi kesehatan itu bukan tanggung jawab BP POM karena BP POM hanya bertanggung jawab terhadap susu formula yang beresiko bagi kesehatan manusia. Bapak Roy berarugmen bahwa berbahaya bagi kesehatan manusia dan beresiko bagi kesehatan manusia itu berbeda maka dari itu susu yang tercemar bakteri E. Sakazakii itu tergolong berbahaya bagi kesehatan manusia bukan wewenang BP POM.Saran BP POM pada acara tersebut untuk masyarakat yang khawatir akan adanya bakteri E. Sakazakii yang berbahaya bagi kesehatan manusia pada susu formulanya adalah dengan membawa susu formula yang dikhawatirkan tersebut ke BP POM untuk diteliti dengan besar biaya penelitian per sampel sebesar Rp. 11 juta rupiah.

COORPORATE SOCIAL RESPONSIBILTIES

Untuk perusahaan kelas dunia seperti Nestle, Mead Johnson mapun Wyeth yang susunya tercemar bakteri Enterobacter Sakazakii hal ini juga merupakan tanggung jawab mereka, hal ini yang sering kita lupakan dalam semua pembahasaan tentang susu formula yang mengandung bakteri.

Hal ini termasuk Sosial Responsibilities (Tanggung Jawab Sosial) perusahaan terhadap masyarakat karena perusahaan itu bukan semata-mata mencari untung yang sebesar-besarnya.

Artikel yang Terkait:

BP POM sudah menarik semua susu formula bayi yang tercemar

Nama Produk Susu Formula yang Tercemar Bakteri Telah Diketahui

Industri susu Nasional Indonesia rupanya telah meremehkan masalah dari Bakteri Enterobacter sakazakii yang mencemarkan produk susu formula anak-anak.

Penelitian yang diadakan oleh The Lancet (30 Desember 2003, halaman 5, 39) menunjukan bahwa pencemaran bakteri E. Sakazakii pada susu formula telah menyebar dibeberapa negara. Riset yang dilaksanakan oleh Chantal Kandhai dari Wageningen University di Belanda yang dibiayai oleh Nestle menemukan bahwa delapan dari sembilan pabrik susunya tercemar oleh bakteri E. Sakazakii.

Tidak diketahui bagaimana penyebaran bakteri ini. Bakteri ini sangat berbahaya bagi mereka yang memiliki kekebalan tubuh yang lemah dan dapat menyebabkan meningitis, infeksi pembuluh darah atau inflamasi sistem pencernaan yang mematikan bagi bayi maupun orang dewasa. Meningitis menyebabkan kematian pada 33%-80% kasus.

Menurut situs Sciences News Online dari penelitian yang dilakukan di 35 negara ditemukan bahwa tingkat pencemaran bakteri Enterobacter sakazaii ini pada susu formula bayi sebesar 14 persen atau 20 kaleng dari 141 kaleng yang diteliti. Penelitian ini juga lebih lanjut menemukan bahwa bakteri E. Sakazakii ini ditemukan pada debu yang ada dilantai pabrik pembuatan susu formula bayi tersebut padahal pabrik pembuatan susu formula atau makanan apapun menurut standar sudah seharusnya bersih dari semua virus, kuman ataupun bakteri yang berbahaya

PRODUK SUSU YANG TERCEMAR

Mead Johnson sebuah perusahaan susu formula (EnfaGrow, EnfaPro) , januari tahun lalu menarik produk mereka khususnya susu formula untuk bayi karena mengandung bakteri E. Sakazakii yang mematikan.

Nestle, telah dikecam karena memproduksi susu formula untuk bayi yang mengandung bakteri E. Sakazakii, khususnya untuk produk susu formula yang dipasarkan dinegara berkembang.

Diterjemahkan dari:
Dairy Reporter: Dangerous bacteria found in formula milk

Berita terkait bisa dibaca disini:

14 persen susu formula bayi tercemar bakteri E. Sakazakii

Product Mead Johnson Yang Tercemar Bakteri E. Sakazakii

Google: Makanan Bayi dan Susu Tercemar E. Sakazakii

Makanan Bayi dan Susu Yang Tercemar Bakteri

Tempo Interaktif: Menteri Kesehatan Fadillah Supari Yang Tidak Kompeten

Susu Nestle Yang Tercemar Bahan Kimia Melamin Berbahaya