Setelah Indomie Kini Gula Merah dan Permen Indonesia Ditolak Taiwan Karena Mengandung Pengawet Berbahaya

Selain mi instant Indomie, gula merah dan permen asal Indonesia juga ditolak dan ikut kena razia di Taiwan. Kalau Indomie ditolak karena diduga mengandung E218 (Methyl P-Hydroxybenzoate) pangan pengawet dalam produk itu namun tidak demikian dengan gula merah dan permen asal Indonesia.

“Gula merah dan permen ikut dirazia karena temuan di sana katanya ada bahan pemutih dalam jumlah besar,” kata Kepala Bidang Perdagangan pada Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Bambang Mulyatno kepada wartawan usai rapat kerja (Raker) dengan Komisi VI (Komisi Perdagangan) DPR RI di gedung DPR/MPR RI Jakarta, Senin (11/10/2010).

Ditanya nama produk gula merah dan permen asal Indonesia yang ditolak Taiwan itu, Bambang tidak bersedia menjelaskan. “Ah, janganlah,” kata dia.

Menurut Bambang ketiga produk itu yakni Indomie, permen, dan gula merah sudah beberapa bulan yang lalu dilaporkan oleh pihak Taiwan kepada Kantor Dagang Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taiwan.

“Ini kasusnya muncul dan tenggelam. Bisa juga kita berpikir mungkin situasional. Jadi, kalau bahan baku tidak ada, ya dipakai (produk itu),” kata Bambang.

Kendati demikian, masalah ini sudah ditanyakan dan dikonsultasikan ke KDEI. “Mereka (pihak Taiwan) sudah kirim pertanyaan ke kami dan sudah dijawab, sejauh ini baru sebatas tanya jawab. Dan kita ingin sampaikan ini harus tuntas,” kata Bambang.

Termasuk di antaranya, KDEI menanyakan ke otoritas berwenang di Taiwan siapa kira-kira pihak yang “bermain” dalam kasus ini karena ditengarai kasus ini tidak berdiri sendiri. “Kita konsultasikan siapa kira-kira pemainnya. Dan, mungkin mereka (otoritas Taiwan) tidak bersedia menjawab karena mereka melindungi importirnya,” papar dia.

Bambang mengaku bisa saja produk itu, terutama Indomie, mengandung bahan pengawet E218 (Methyl P-Hydroxybenzoate) karena tercemar dalam proses pendistribusian dan pengangkutan di kapal. “Bisa saja ya,” kata Bambang.

Sebelumnya, Sekjen Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Franky Sibarani mengatakan dalam proses pengirimannya diduga produk itu terkontaminasi dengan produk lain. “Lalu barang ini (Indomie yang terkontaminasi) masuk ke toko lalu dikonsumsi masyarakat,” kata Franky.

Menurut dia, dalam laporan yang diterima pihaknya sebelum Lebaran awal September 2010, disebutkan Taiwan sudah melansir soal temuan itu dan waktu dilakukan pengecekan waktu itu sejumlah fakta ditemukan. “Ternyata itu (Indomie berpengawet) masuk ke Taiwan tidak diekspor dari produsennya langsung,” kata Franky.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s